DENPASAR, Balipolitika.com– Ekspor vanili Indonesia dari Bali di Triwulan ketiga 2025 ini bisa tembus hingga Rp 56 Miliar. Badan Karantina Indonesia mencatat adanya lonjakan signifikan pada volume Ekspor Vanili Indonesia dari Pulau Bali sekarang.
Data Karantina Bali menunjukkan ekspor vanili telah mencapai total nilai sebesar Rp56,5 miliar sampai bulan ini. Angka ini memperkuat posisi vanili sebagai salah satu komoditas rempah premium andalan pasar global.
“Nilai itu meningkat, terutama pada triwulan ketiga ini mencapai Rp28,7 miliar dari triwulan pertama sekitar 14 miliar,” ungkap Heri Yuwono, Kepala Karantina Bali.
Volume Pengiriman dan Pasar Utama
Balai Karantina Bali telah mensertifikasi total pengiriman Komoditas Ekspor Vanili Bali sebanyak 126 ton hingga laporan ini. Amerika Serikat, Australia, Jerman, dan Jepang menjadi negara tujuan utama penerima vanili premium Indonesia. Vanili Indonesia menjadi produsen terbesar kedua dunia setelah Madagaskar dengan kadar vanilin yang tinggi.
“Si emas hijau dari Indonesia tersebut memiliki kadar vanilin tinggi dan aroma kuat, tak heran kalau banyak diminati,” jelas Heri Yuwono.
Kepala Barantin Bali menegaskan lembaganya terus memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran ekspor vanili secara berkelanjutan. Karantina Bali memastikan komoditas ekspor telah memenuhi semua persyaratan sanitari dan fitosanitari ketat negara tujuan. Langkah-langkah tersebut menjamin produk Vanili Emas Hijau terhindar dari potensi penolakan di pasar internasional yang selektif.
“Barantin melalui Karantina Bali berkomitmen penuh mendukung program prioritas pemerintah yaitu ketahanan pangan serta perdagangan global,” tutur Heri.
Barantin Bali terus meningkatkan layanan karantina melalui adopsi sistem digitalisasi dan peningkatan mutu SDM yang handal. Peningkatan analisis laboratorium yang berkualitas sangat penting guna menjamin keamanan Ekspor Vanili Indonesia secara maksimal. Sinergi antar lembaga terkait di tingkat daerah juga terus diperkuat termasuk pendampingan bagi para pelaku usaha.
“Peningkatan layanan melalui digitalisasi, peningkatan SDM, dan sinergi antar lembaga akan terus kami lakukan, termasuk pendampingan pelaku usaha,” pungkas Heri Yuwono.
Lonjakan volume vanili ini menunjukkan komoditas pertanian Indonesia mempunyai prospek menjanjikan di pasar global. Dukungan Barantin Bali pada perdagangan global menjadi kunci utama optimisme keberlanjutan Komoditas Ekspor Vanili Bali. Pemerintah serta pihak terkait terus mendorong kinerja vanili mencapai posisi top performer di pasar rempah dunia internasional. (BP/CHA).













