Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Puisi

  • Puisi-Puisi Dody Kristianto

    Jubah Badra —Fragmen serial Si Buta dari Gua Hantu Jangan kau sebut aku kalah pada pertarungan ini. Pada pergulatan sepi…

    Selengkapnya »
  • PUISI-PUISI HURUL AINI AZ-ZAHRA

    HUJAN UNTUK PUTIH BIRU Tangisan sendu pagi hari itu Di saat purnama terlena mimpi Di saat matahari menemani embun Tiba-tiba…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Listio Wulan Nurmutaqin

    Beberapa Hal Tidak Akan Menyelamatkanmu Air putih delapan gelas sehari tidak akan menjangkau tempat itu. Kau tahu tempat yang kumaksud:…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Leenda Madya

    Juriat Dari Rahim Aksara Dulu, kulukis garis waktu pada batin yang lengang, tentang kepak sayap-sayap mungil yang belajar bertualang, hingga…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Irzi

    SUMMA CUM LAUDE I Lima tahun. Jari kecil menekan C mayor di Jakarta. Gema kayu. Bau politur. Cahaya tropis di…

    Selengkapnya »
  • INSTRUKSI PERSEDEN, BONJOUR, DAN KEBINGUNGAN NASIONAL DI PEREMPATAN CIAMIS

    SUATU PAGI republik ini terbangun dengan cita-cita yang harum seperti parfum Paris edisi terbatas. Dari pusat kekuasaan terdengar kabar yang…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Selendang Sulaiman

    Ditelan Wi-Fi masa silam bertandang dengan perkasa semerbak aroma ranum mangga cericit gelatik membangun sarang di angin tenang kupeluk masa…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Nanang Suryadi

    MUNGKIN ADA h.a Mungkin ada yang mengendap. Di suatu malam. Saat rimis tiba. Menjengukmu. Saat engkau tertidur. Dan kata-kata itu…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Abdul Turgenev

    wisma : kepada perempuan itu lewat tengah malam, keringat jatuh melingkari dadaku, suara kadang meringis malu malu, dingin dan panas…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Anton Muhajir

    aku bodoh maka aku bakar dengan senjata laras panjang menggantung di pinggang, lelaki berbaju loreng itu maju menantang. “diam, kalian.…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!