Kencan Pertama
keriuhan pusat perbelanjaan
menjadi arena kencan pertama
bau tubuhmu masih segar dalam ingatan
membawa tubuhku pada satu kehangatan
yang asing
dua gelas kopi tersedia
lalu kupandang wajahmu
dan sepasang mata itu
seperti lautan yang ingin kuselami
demi melihat keindahan tak terperi
malam itu
dalam penuh cahaya bulan
langit menghujani jiwaku yang kering
lalu senyummu menjadi kolam
tempatku berendam
mensucikan hati yang bernoda
cukuplah malam itu
sehabis menemuimu
ada kelahiran baru dalam diriku
Bogor, 2026
Apakah Kau akan Tetap Memelukku
telah kurasakan seribu kekalahan
tahun-tahun yang berat
belum juga mau berangkat
setiap hari aku bernapas
dari udara yang penuh asap
dari mulut yang terus
memakan lumpur kehidupan
aku tak dilahirkan dari cahaya
sepasang kakiku adalah kerikil
kedua lenganku digenangi merah luka
dan wajahku penuh abu
dari tubuh yang hangus dibakar matahari
akankah kau tetap membuka pelukmu untukku?
untuk diri yang terjerat sepi
untuk sebuah hati tanpa api
adakah kau tetap tinggal:
seperti pohon menahan badai
seperti pantai menerima gelombang
apakah tanganmu masih bersedia menerima:
tubuh-tubuh yang serupa tanah gersang
sebutir benih yang lama berbunga
Bogor, 2026
Sebuah Jeda Sebelum Berpisah
1/
telah kurasa ada kebaruan
di bawah matahari
bunyi notifikasi berdering setiap pagi
dari selular yang dulunya sepi
selembar pesan hangat:
“Selamat pagi, tantanglah hari dengan berani
kau tak perlu khawatir, sekarang ada aku di sini”
telah menjadi menu baru sarapanku
dulu,
aku terbiasa sarapan dengan kebohongan
yang terpampang di televisi dan koran
sekarang,
aku mengalasi hari
dengan sepiring afirmasi
dari bibir yang telah kucintai
2/
di malam saat kita
di gocek cuaca
aku memboncengi kau
dengan motor beat
yang spionnya tak ada sebelah
kita mendarat di sebuah warung kopi
satu gelas goodday, satu cangkir kopi hitam
dua varian rasa kue pancong
menjadi pelengkap percakapan kita
dalam aduan pandang
bibirmu membicarakan sebuah kereta
yang menjadi pisau
menguliti setiap inci diri kita
sependek tanya tentang surga
sejumlah jawaban tentang cinta
berpadu di udara
gairah romantik
meletup berkali-kali
menghancurkan kesendirian
menyuburkan harapan
kehangatan menyelimuti dada
saat itu kita sering mengantongi
rasa senang untuk dipandang
di dalam kamar
dan menggurati langit kota
dengan kisah kasih
yang masih basah
Bogor, 2026
Di Hari Ulang Tahunmu yang Kedua Puluh Lima
tepat di hari ulang tahunmu yang ke dua puluh lima
kita makan bersama
di tempat kali pertama
melumpuhkan lapar
seusai menonton film tentang cinta
kau tiba dengan luka purba
yang kau temukan lagi dalam kepala
aku datang membawa
segudang kegelisahan:
pertanyaan tentang hari depan
menjadi angin
yang menusuk tulangku
membekukan hatimu
aku tak menyangka
di hari ulang tahunmu yang ke dua puluh lima
waktu menghadiahi kita
sebuah keheningan
yang memecah tubuhmu dan tubuhku
tepat di hari ulang tahunmu yang ke dua puluh lima
menjadi akhir telingaku
menyentuh bibirmu
Bogor, 2026
Pada Akhirnya
Pada akhirnya, aku mesti berjalan menjauh dari rasa cemburu. Mengasingkan telinga dari bunyi notifikasi yang menghantar kehangatan setiap pagi.
Pada akhirnya, tubuhmu melenggang merentang jarak dari mataku. Sepasang lengan harus puas hanya memeluk bayang-bayang.
Pada akhirnya, kebun bunga yang kubuat di dadamu, tak akan menjelma firdaus sebagaimana yang kita impikan. Lalu aku membuang diri di mana bahasa cinta pernah kau beri.
Bogor, 2026
Sejak Aku Menulis Sajak-sajak
sejak aku menulis sajak
kata-kataku terkunci padamu
ingatan di kepalaku
hanya berisi wajahmu
sejak aku menulis sajak
aku menjadi penyair amatir
berpuisi dari kamu ke kamu:
setiap hujan adalah dirimu
setiap kemarau adalah dirimu
setiap kemacetan adalah dirimu
aku menulis sajak
di dada yang sesak
tempat kau tinggalkan cintamu
sejak aku menulis sajak
aku bukanlah diriku
darah dan air mata
yang kujadikan tinta
terus saja mengeja nama
yang selalu gagal kulupa
Bogor, 2026
BIODATA
Indra Maulana, lahir dan besar di Bogor. Pecinta klub Barcelona, menyukai kegiatan menulis. Beberapa tulisannya termuat di media daring seperti golagongkreatif, omongomong.com, kompasiana dan nyimpangdotcom.













