Kebo Anabrang yang Tertikam
Apakah ada hikayat menularkan muslihat.
Apakah ada dongeng dibonceng. Apakah ada sejarah salah
arah. Memang hanya sering beda tipis dengan nasehat. Karena
hanya kesukaan rakyat. Bermula kesukaan raja-raja jaman
purba menjaga martabat.
Sungguh! Tak ada kerajaan kalis perang.
Tak ada negara imun radang.
Sungguh! Ketika Ranggalawe, Adipati Tuban bikin
ontran-ontran, Kerajaan Majapahit dilawan.
Kebo Anabrang dari Bali tanpa kawan tetapi tangguh nian
Membela Majapahit
Ranggalawe sempat kelabakan, akhirnya tamat riwayat oleh Kebo Anabrang.
Tetapi Ranggalawe keponakan Lembu Sora. Meski Lembu
Sora dan Kebo Anabrang seutusan. Ada juga dendam.
Kebo Anabrang tertikam dari belakang.
Maka diutuslah Nambi sepasukan. Lembu Sora sepasukan.
Perang. Gara-gara Lembu Sora
Jepara, 2026
Kebo Landoh Saridin
Saridin namanya. Guru spiritual. Kesohor
memiliki keanehan-keanehan. Menimba air dengan keranjang
ketika kehausan. Setiap mancing di air, air ada ikannya
meski dalam tempayan. Yang sama sekali tak ada sebelumnya.
Itu dalam cerita.
Di usia senja ingin menjalani hidup yang sederhana saja.
Menjadi petani di desa. Menentramkan jiwanya.
Membasmi hama tikus tak dibebani dosa. Karena tak menyiksa.
Kebiasaan mesti diubah.
Saridin ingin membeli dua kerbau. Untuk membantu membajak
sawah. Ia akan setia.
Di desa Lose di Pati Jawa Tengah ia bertanya, adakah yang menjual kerbau?
Ia yang teramat sederhana dianggap basa-basi saja.
Dan ia ditawari kerbau mati. Masih juga diterima.
Dan kerbau itu hidup kembali.
Kerbau itu sama sederhananya dengannya. Dan kelak meski
belulangnya, tak mempan oleh berbagai senjata. Kerbau itu
bernama Kebo Landoh.
Dan orang-orang ada yang manjadikannya ajimat.
Agar tak mempan segala bencana.
Meski ada yang menepiskan
Meski semula bermaksud mengejeknya.
Jepara, 2026.
Kebo Mali Dari Pantura Jawa
Kebo Mali si hantu lelaki. Gemar jatuh cinta kepada setiap
wanita hamil muda.
Meski sekedar cerita sampai sekarang masih gentayangan.
Ada di setiap kejanggalan.
Termasuk ibu kitakah bisa tergoda?
Jepara, 2026.
Anak-anak Bermain Peluncuran
di tebing sungai yang miring tak berumput, di atas kedung
setelah hujan reda, anak-anak di sekitarnya seolah tak
pernah lupa aba-aba. berkumpul di sana
bermain peluncuran
anak yang di atas mendorong yang di bawahnya
membuncak kegembiraan
seolah sedang menemukan kemerdekaan
tak terpikir akan jatuh terjungkal
tak terpikir berlumpur-lumpur kotor
itu kenangan masa silam di pedesaan
sekarang terkepung lambang-lambang
itu kenangan masa silam
sekarang jadikah lambang-lambang
Jepara, 2026.
Langit dan Laut dalam Catatan (1)
ketika cemburu bertebaran
pucuk-pucuk ilalang digoyang angin
laut bagai penampung limbah
cakrawala digulung ombak
siapa mulai keliru menarik garis
dari titik menjadi zig-zag
siapa menguras garam
laut kehilangan asin
siapa mendorong batu-batu
runtuh ke jurang memercikkan api
batu-batu pecah dan runcing-runcing
laut lalu banyak tumbuh karang
Jepara, 2026.
Langit dan Laut Dalam Catatan (2)
belum bisa aku memahami langit
setiap kutatap semakin lama
terasa jarak yang kian tak terjangkau
sesungguhnya langit hanyalah tempat
bersinggasananya matahari
rembulan dan bintang-bintang
para remaja hanya mengeluh ketika
terik matahari
selalu jatuh cinta kepada bulan
dan bintang-bintang
menurutnya bulan purnama sering setia
memberkahi ketika sedang pacaran
di alam pedesaan yang masih perawan
bintang-bintang bisa menginspirasi
untuk menulis puisi
laut
ombak yang saling mengejar
apakah pengingkaran terhadap cinta
yang biasa-biasa saja
Bapangan, 2026.
Langit dan Laut Dalam Catatan – 3
tak terpahami
jarak langit dan laut
dan selalu ada dalam perbincangan
dalam suara lirih atau lantang
atau sekedar dari hati ke hati
atau sekedar sembunyi-sembunyi
tetapi yang seperti ini
ada luka batu-batu
karena berbenturan
ketika runtuh ke jurang
batu-batu memercikkan api
tetapi tetap saja batu-batu tahu
jarak antara langit dan laut
masih saja tak terjangkau
Bapangan, 2026.
Ragumu
ragumu
barangkali bisa menjadi catatan
kalau berulang-ulang bisa menjadi buku
yang kian tebal
namun lembar demi lembar
yang dengan tekun kau baca
kau kian menjauh dan menjelma asap
sebelum akhirnya lenyap tanpa ucap
persis sebuah adegan film cinta remaja
yang awalnya saling bermesra
lalu ada yang mengejar dan yang dikejar
Bapangan, 2026.
Ketika Kau Menjawab
ketika kau menjawab
barangkali kau merealisasikan tanggungjawab
barangkali ada ucap yang masih diterima dengan gagap
atau kau pernah memberi kata-kata yang menari
dan menjelma mimpi
atau barangkali kau telaga
dengan air yang tak surut-surut
meski ditimba berlama-lama
dan air itulah yang menjawab pada timba
ketika kau menjawab
meski ada yang bertanya atau tidak bertanya
barangkali pernah ada janji
agar lunas
tak selalu membebani
Bapangan, 2026
Kau Merasakan
kau ingin selalu memunguti
puing suara
kau masak dalam kuwali sederhana
menjadi matang, bijaksana
meski mata yang berloncatan
setiap menyaksikan kau
dalam pertunjukan
meski daun telinga bergerak-gerak
seperti daun jendela
kau tetap bersabar
kupahami kepedihan demi kepedihan
kau semakin tegar didera arus
menjelma cadas
kau selalu ingin mencatat
di setiap buku harian
menjadikan renungan
Jepara, 2026
BIODATA
Sunardi KS lahir di Mayong, Jepara. Menulis apa saja, puisi, cerpen, esai, berbagai artikel dan yang lain. Tulisan-tulisanya sering dimuat di berbagi media cetak. Sering puisi-puisinya diikutkan antologi teman-temanya di berbagai kota. Buku kumpulan puisi tunggalnya berbahasa Jawa (geguritan) berjudul Wegah Dadi Semar (2012) dari hasil suntingan temannya Asyari Muhammad.













