Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Cerpen

  • NAMA-NAMA YANG HILANG

    HUJAN turun sejak pagi ketika Arka menemukan manuskrip itu. Langit menggantung rendah di atas kota kecil tempat ia mengajar, membuat…

    Selengkapnya »
  • Pohon Rambutan di Belakang Rumah

    “KAU memang bangsat! Begini caramu membalas seluruh kebaikanku, heh? Aku sudah membesarkanmu dengan tanganku sendiri, dengan keringatku sendiri. Sudah kurawat…

    Selengkapnya »
  • Bagaimana Cara Mencintaimu Tanpa Kasihan?

    CLARA akhirnya memutuskan menikahi pria Prancis itu setelah untuk sekian kalinya melawan perasaannya sendiri atas pertentangan-pertentangan kata hati, bias informasi,…

    Selengkapnya »
  • Bukan Dia, Romeomu

    UJUNG kota metropolitan bercadar malam dengan untaian warna-warni lampu jalanan. Seorang gadis dengan umur 21, berkaos putih dengan rambut hitam lurus…

    Selengkapnya »
  • BURUNG YANG TIDAK PULANG SAAT SENJA

    SETIAP sore lelaki tua itu menaburkan beras di halaman rumahnya. Tangannya gemetar ketika menggenggam mangkuk kecil berisi butiran-butiran putih, tetapi…

    Selengkapnya »
  • GURU SPIRITUAL

    ANAK-ANAK membuat sebuah api unggun ketika hari mulai gelap dan udara dingin bergerak dari lautan. Pohon cemara di atas mereka…

    Selengkapnya »
  • PENGIYOK

    LELAKI berambut gondrong itu sering dipanggil pengiyok. Entah sejak kapan penamaan itu melekat pada dirinya. Kondisinya yang acak-acakan semakin mengesahkan…

    Selengkapnya »
  • Merantau Kedua

    TIGA TAHUN setelah aku berhenti kuliah di universitas, aku ke Jakarta. Kali ini bersama ibuku. Rencananya ibuku dengan saudara-saudaranya akan…

    Selengkapnya »
  • LELAKI YANG MEMINTAL BAYANGAN

    KOTA itu dipenuhi wajah-wajah yang lupa cara menatap. Orang-orang berjalan terburu-buru di trotoar, memegang telepon genggam seperti jimat kecil yang…

    Selengkapnya »
  • KAMAR NOMOR 13

    HOTEL tua itu berdiri di ujung kota seperti seseorang yang terlalu lama menyimpan rahasia. Bangunannya tinggi, bercat krem pucat yang…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!