Cerpen
-
SEDUHAN ELEGI KEJAYAAN
“Kopi jatuh ke dalam perutmu, dan seketika itu pula kekacauan umum terjadi. Gagasan-gagasan mulai bergerak bagaikan batalion-batalion besar tentara di…
-
Penenun Angin di Kota Purnatidur
LENTERA minyak di setang sepeda jengki Baskara mati tepat ketika kabut tebal naik dari bibir Rawa Pening. Pukul sebelas malam, dan…
-
Babi Blok A
LULU bersama Sang Ayah dan para tetangga, yang berjumlah total lima belas orang, melihat Tuto, laki-laki dua puluh dua tahun…
-
Bukan Taman Impian Frida Kahlo
PERCAKAPANNYA dengan perempuan itu sore tadi mengingatkan Igor Sulaiman kepada sesuatu yang mesti ditulisnya. Perempuan yang tiba-tiba saja menguasai sel-sel…
-
Senja di Bukit Selatan
LANGIT SORE menggantung jingga sedikit kusam di atas bukit sampah di selatan kota. Asap tipis mengepul dari beberapa titik, bercampur…
-
Pohon Rambutan di Belakang Rumah
“KAU memang bangsat! Begini caramu membalas seluruh kebaikanku, heh? Aku sudah membesarkanmu dengan tanganku sendiri, dengan keringatku sendiri. Sudah kurawat…
-
Bagaimana Cara Mencintaimu Tanpa Kasihan?
CLARA akhirnya memutuskan menikahi pria Prancis itu setelah untuk sekian kalinya melawan perasaannya sendiri atas pertentangan-pertentangan kata hati, bias informasi,…









