Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

M. Kholilullah

  • Esai

    GANZHEIT, GANCET, DAN MASALAH HUBUNGAN YANG TERLALU SERIUS DENGAN PUISI

    ADA dua tipe orang ketika berhadapan dengan puisi. Tipe pertama membaca sebentar, mengangguk, lalu berkata, “Bagus juga,” sebelum pergi mencari kopi.…

  • Sastra

    INSTRUKSI PERSEDEN, BONJOUR, DAN KEBINGUNGAN NASIONAL DI PEREMPATAN CIAMIS

    SUATU PAGI republik ini terbangun dengan cita-cita yang harum seperti parfum Paris edisi terbatas. Dari pusat kekuasaan terdengar kabar yang…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Ika Permata Hati

    DOA DARI STASIUN Dari atas kereta kulihat orang asing itu meletakkan tangan kanan di dadanya menitipkan doa di sudut hati…

  • Sastra

    IKHTIAR KELUAR DARI LABIRIN ALIENASI

    Bukan Sekadar ‘Sekrup Peradaban’ Dalam pusaran kehidupan masyarakat modern yang serba cepat dan kerap kali mekanistis, manusia sering kali terjebak…

  • Sastra

    Puisi-Puisi A. Rahim Eltara

    SENANDUNG ANAK-ANAK PULAU Peta tidak pernah mendustai tanah Medang*), Tanah leluhur, Tanah bahari, Tempat plasentaku disemayam tanpa ritual, Terbaring bersama…

  • Puisi

    Puisi-Puisi Edi S Febri

    KEPADA HUJAN YANG BERCERITA Selama hujan belum mereda Itulah tanda kau masih menjadi yang terpuja Karena pada hujanlah aku bisa…

  • Sastra

    Parade Puisi Anto Narasoma, Ida Bagus Putu Widhy Wardhana, Mochamad Chazienul Ulum

    ANTO NARASOMA Catatan Terakhirmu, Ibu kau bawa senyum itu, setelah usiamu rindu ke kampung keabadian yang lama tak memberi kabar…

  • Esai

    Memahami Sastra dan Unsur Tasawuf

    DALAM ilmu tasawuf, salat itu tak hanya diartikan dari nilai gerakan-gerakan kepatuhan ke pada Allah SWT semata. Sebab, tasawuf mengajarkan…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Saiful Bahri

    Ingatan Masih kuingat retak bibirmu di punggung waktu Segaris gelap di langit tubuhmu Menjelma sayap menerbangkan engkau ke otakku Serupa…

  • Sastra

    Puisi-Puisi Dwita Utami

    DI PONDOK KOPI KUGADAI SEPI PADA SECANGKIR ES KOPI genggam tanganku, itu remuk batinku jangan paksa bersinar mataku bukan matahari,…

Back to top button

Konten dilindungi!