Sastra Balipolitika
-
Sastra
Puisi-Puisi Muhammad Irwan Aprialdy
MAMUIT : untuk J I toreh keningku dengan bija dari ibu jari atau ciuman dari lipatan bibirmu —sekali lagi bila…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Ahmad Maliki Mashar
ANGIN PADANG ILALANG Angin di padang ilalang itu Bertiup menerbangkan bunga-bunga putih Melayang ke rimba belantara Nyanyian burung-burung kecil Sayup-sayup…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Kuburan dalam Paragraf Sunyi siapa yang berani menatap sunyi? jika rembulan menggantung, nyaris tanpa busana seolah ada derap langkah yang…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Muhammad Daffa
ANALOGI TANYA mana lebih pasti; kedamaian di ujung hulu, suara-suara meminta jerit batu? berulang tanya memangkas telinga nalar disuap udara…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Sunardi KS
Tidak Ada Rasa Pedas Di Menu Ibu Hari Ini menu ibu hari ini tidak seperti biasanya (seolah sengaja) tidak…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Isbedy Stiawan ZS
KAU YANG MENEMANI kepada kau yang menemani malam mingguku; cukuplah waktu jadi kawan dan sekadar makan lalu susun percakapan tentang…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Dahta Gautama
PEREMPUAN ITU ADALAH HIKARI Matamu cahaya, dan aku lemah di hadapanmu, seperti ujung tangkai Ezomatsu ketika ditimpa salju. Engkau sangat…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Satmoko Budi Santoso
Gibran Membeli Bakso Gibran membeli satu mangkok bakso daging sapi. Dimakan bersama sunyi, sepi, dan sendiri yang memang diinginkan. “Bagaimana…
Selengkapnya »









