JAKARTA, Balipolitika.com- Como resmi melepas penjaga gawang Emil Audero menuju Rayo Vallecano. Pemain berpaspor Indonesia itu menyeberang ke kompetisi LaLiga dengan status pinjaman. Durasi kontrak peminjaman berlaku selama satu musim penuh tanpa opsi pembelian permanen.
Langkah transfer ini merujuk Regulasi Status dan Transfer Pemain FIFA Pasal 10. Kubu Rayo bergerak sangat cepat di pasar pemain.
Kiper utama Augusto Batalla dihantam cedera patah tulang kaki kanan. Petaka itu terjadi pada partai pembuka liga domestik Spanyol. Batalla harus menepi tiga hingga enam bulan ke depan.
Audero langsung diplot mengawal mistar gawang utama. Tanggung jawab besar menantinya di Vallecas.
Tetapi kepindahan ini sudah terbaca sejak bursa musim panas dibuka. Cremonese mengembalikan sang kiper ke Como setelah terlempar ke kasta kedua. Klub tersebut enggan mengaktifkan klausul pembelian permanen sang pemain.
Peluang bermain di Como memang tertutup rapat bagi Audero. Jean Butez tetap menjadi pilihan nomor satu di bawah mistar gawang. Kedatangan Robert Sanchez pinjaman asal Chelsea kian mempersempit ruang tampilnya.
Persaingan kiper Como kelewat sengit. Audero terpinggirkan.
Dengan demikian sang kiper memilih hijrah demi menyelamatkan menit bermain reguler. Menit bertanding sangat penting bagi posisinya di skuad Garuda. Timnas Indonesia dijadwalkan turun pada ajang FIFA ASEAN Trophy akhir bulan ini.
Audero enggan kehilangan tempat di pentas internasional. Persaingan posisi kiper timnas kian ketat diperebutkan.
Selanjutnya rekam jejak Audero di kompetisi Italia terbilang cukup lumayan. Musim lalu sang penjaga gawang tampil dalam 34 laga bersama Cremonese. Catatan sebelas kali tanpa kebobolan berhasil ditorehkan sepanjang musim kompetisi.
Gawangnya memang sempat jebol sebanyak 50 kali. Namun dia sukses menggagalkan dua dari enam hadiah penalti lawan. Kualitas penyelamatannya teruji.
Sebaliknya performa Rayo Vallecano di pentas LaLiga justru sedang terpuruk parah. Mereka belum pernah mencicipi kemenangan dalam tiga partai awal musim ini. Rayo terpuruk di posisi ke-18 klasemen sementara dengan raihan sebiji poin.
Pelatih Rayo membutuhkan kehadiran sosok pemimpin berpengalaman di area belakang, beber manajemen. Kerapuhan lini pertahanan menjadi biang kegagalan tim memetik poin maksimal, tegas staf. Audero diharapkan segera menutup lubang besar pertahanan tim, imbuh ofisial klub.
Singkatnya sang kiper dihadapkan pada misi penyelamatan darurat di Spanyol. Ujian berat langsung mengadang di depan mata.
Lagipula pengalaman panjang di kompetisi elite Eropa menjadi modal berharga sang pemain. Mental bertanding Audero sudah terbentuk matang sejak mengarungi kompetisi Serie A. Klub Spanyol itu menaruh harapan besar pada pundaknya, kata pengamat media lokal.
Pihak klub menyambut kedatangan sang pemain dengan antusiasme tinggi, pungkas perwakilan. Audero dijadwalkan langsung melakoni latihan perdana bersama rekan barunya, ujar staf pelatih.
Pada akhirnya menit bermain di LaLiga menjadi kunci utama masa depan Audero. Penyelamatan karier dimulai dari Vallecas. (BP/CHA).











