GIANYAR, Balipolitika.com- Laga final Piala Presiden 2026 mempertemukan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WIB.
Pertarungan sengit dijamin meletup. Kedua tim mengusung rekor mengilap. Tanpa pernah kalah. Kedua kesebelasan sebelumnya berhasil menekuk lawan masing-masing pada babak semifinal. Kedua tim berhak mengunci tiket partai puncak. Hak siar resmi dipegang Indosiar dan live streaming Vidio.
Laga ini jadi ajang pembuktian dua juru taktik anyar. Igor Tolić membesut Persib. Bernardo Tavares menukangi Persebaya. Taktik adu mekanik siap tersaji di lapangan. Siapa unggul? Persib sedikit di atas kertas.
Rekor head to head berpihak pada Maung Bandung. Dari sembilan duel terakhir, Persib sukses memetik delapan kemenangan. Satu sisanya imbang. Tetapi, angka di atas kertas bukan jaminan. Bajol Ijo datang membawa modal kepercayaan diri tinggi.
Persebaya selalu menang sepanjang turnamen. Pertahanan mereka sangat sulit dijebol lawan. Sebelumnya, Persib mengamankan tiket final usai menundukkan Persija Jakarta 2-1 di babak empat besar. Lini belakang Maung Bandung tampil sangat disiplin.
Masuknya amunisi berpengalaman bikin variasi serangan makin berbahaya. Mariano Peralta jadi motor utama. Sektor pertahanan bakal dijaga kiper Teja Paku Alam. Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, dan Ikhwan Tanamal membentuk benteng kokoh di belakang.
Lini tengah disiagakan. Luciano Guaycochea, Adam Alis, dan Gakuto Notsuda bertugas mengontrol aliran bola. Trio penyerang mematikan dipasang. Uilliam Barros, Balša Sekulić, dan Mariano Peralta siap mengacak pertahanan lawan.
Sebaliknya, Persebaya menembus final setelah membungkam Arema FC 1-0. Kemenangan tipis selalu dipetik. Efektivitas permainan tim asuhan Tavares patut diwaspadai. Dari empat laga, gawang Bajol Ijo cuma kebobolan sekali.
Tembok kokoh berdiri. Ernando Ari berdiri di bawah mistar. Arief Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Yuran Fernandes, dan Jefferson memutar pagar pertahanan. Dua gelandang pengangkut air disiagakan. Gledson Paixão dan Toni Firmansyah memutus serangan lawan.
Lini serang Bajol Ijo tak kalah mengerikan. Francisco Rivera, Malik Risaldi, dan Miguel Pereira siap memanjakan sang ujung tombak Yann Mabella. Yuran Fernandes tampil paling menonjol. Bek jangkung asal Portugal itu membikin dua gol sepanjang turnamen. Sangat produktif.
Namun, kendala fisik membayangi. Pelatih Persib Igor Tolić menyoroti jadwal laga final yang terlampau padat. Jeda semifinal ke final hanya berjarak 48 jam. Waktu pemulihan dianggap tidak ideal. Hal tersebut merujuk pada Pedoman Perlindungan Kesehatan Pesepak Bola FIFA mengenai Batas Minimal Waktu Istirahat Antarlaga. Regulasi itu mengatur jeda aman untuk meminimalkan risiko cedera fatal.
“Kami harus melindungi kesehatan pemain untuk pertandingan selanjutnya,” tegas juru taktik Persib Igor Tolić.
Keselamatan pemain wajib diutamakan. Karir mereka masih panjang. Tolić cemas.
Singkatnya, rotasi pemain besar-kemungkinan terjadi di kedua kubu. Persib harus menyesuaikan komposisi karena pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia. Persebaya masih memantau kondisi striker Alex Martins. Sang pemain mengalami cedera bahu.
Selanjutnya, sejarah mencatat pertemuan tunggal kedua tim di ajang Piala Presiden terjadi pada edisi 2019. Kala itu Persebaya menang 3-2. Tetapi, modal lima laga terakhir Persib sangat mentereng. Empat kemenangan berhasil digenggam.
Persebaya tidak kalah sangar. Empat kemenangan dan satu hasil imbang sukses dikemas. Pada akhirnya, adu taktik dua pelatih anyar ini bakal ditentukan oleh detail kecil di lapangan. Efektivitas penyelesaian akhir jadi kunci juara. (BP/CHA).













