TABANAN, Balipolitika.com– Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (ABMAS) resmi menyerahkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada masyarakat Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa, 1 September 2026.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Pura Nyangaluh, sebagai wujud nyata kontribusi ITS dalam mendukung energi bersih dan berkelanjutan di kawasan pedesaan.
Acara penyerahan dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Pusat Studi Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PS ESDM DRPM) ITS, Dr. Ridho Hantoro bersama tim ITS.
Dari pihak desa, hadir Bendesa Adat Wongaya Gede serta Kepala Desa Wongaya Gede, I Nengah Bagiada didampingi oleh wakil masyarakat desa yang turut menyaksikan prosesi penyerahan.
Instalasi perangkat PLTS ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Wongaya Gede yang membantu proses pemasangan sehingga teknologi dapat berfungsi optimal dan menjadi bagian dari kebersamaan warga dalam menjaga pura.
“Dengan potensi yang ada ITS memberikan masukan dan program masyarakat berupa PLTS ini, khususnya program yang bermanfaat bagi masyarakat Hindu yang ingin beribadah,” ucap Ridho Hantoro.
Sementara itu, Kepala Desa Wongaya Gede, I Nengah Bagiada menyampaikan apresiasi atas program Pengabdian Kepada Masyarakat ITS Surabaya.
“PLTS ini sangat bermanfaat bagi umat Hindu di Desa Wongaya Gede, karena dengan jaringan jalan yang belum bagus, dan jaringan listrik yang belum ada, kini dengan teknologi tenaga surya ini, maka pura kami ini bisa terang setiap malam,” ungkapnya.
Selain menyediakan penerangan mandiri untuk kegiatan keagamaan, PLTS bagi Pura Nyangaluh juga bermanfaat mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.
PLTS ini juga menjadi simbol sinergi teknologi modern dengan kearifan lokal Bali sekaligus memberikan teladan penerapan energi terbarukan di desa, termasuk eningkatkan rasa kebersamaan melalui gotong-royong masyarakat dalam instalasi.
“Program ini merupakan bagian dari misi ITS untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Melalui penerapan teknologi tepat guna, ITS berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia,” tegas Ridho Hantoro. (bp/ken)














