Balipolitika.com- Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan pulih dari cedera di Sassuolo. Bek tengah itu siap memperkuat Merah Putih pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen resmi tersebut bergulir mulai 24 September hingga 3 Oktober 2026.
Kabar melegakan. Pertahanan Garuda kembali kokoh. Sebelumnya ia absen tujuh laga pramusim bersama nakhoda anyar Alberto Aquilani. Gangguan kebugaran sempat menghambat persiapannya. Kini Idzes sudah kembali melahap porsi latihan reguler di Italia.
Staf Khusus Kementerian Hukum Republik Indonesia Noor Korompot membeberkan kepastian tersebut. “Jay bahkan akan datang ke Indonesia seminggu sebelum turnamen,” kata Noor.
Pemain berdarah Semarang itu dijadwalkan mendarat di Jakarta pada 17 September 2026.
Persiapan fisik dikebut. John Herdman butuh figur pemimpin tangguh di area terlarang. Maklum, timnas gagal total pada ajang sebelumnya.
Tetapi agenda resmi kalender FIFA membuat pemanggilan skuad abroad menjadi jauh lebih mudah. Klub wajib melepas pemain.
Pintu Garuda Calling terbuka sangat lebar bagi pilar perantauan Eropa. Idzes bakal bahu-membahu dengan Kevin Diks serta Calvin Verdonk. Justin Hubner juga siap dipanggil.
Persaingan posisi makin panas. Skuad Garuda kian kompetitif. Kedatangan tepat waktu sang kapten sangat menguntungkan skema pertahanan. Adaptasi taktik racikan Herdman bakal berjalan lebih mulus. Jam terbang tinggi di Serie A menjadi modal sangat krusial.
Sebaliknya ambisi merebut gelar juara dipatok tinggi di hadapan publik sendiri. Pertandingan bergulir di Jakarta dan Bandung. Suporter menanti aksi sang jenderal.
Idzes telah menjadi pilar vital sejak resmi menyandang status WNI akhir 2023. Perannya di ruang ganti tak tergantikan.
Lagipula kepemimpinan lugas mantan bek Venezia itu memberi ketenangan bagi barisan muda. Lawan di Asia Tenggara dipastikan segan. Ketenangan di lapangan jadi kunci.
Pelatih kepala John Herdman kini memegang kendali penuh menyusun skema terbaiknya. Waktu evaluasi taktik makin sempit. Kehadiran amunisi utama memberi angin segar bagi tim pelatih.
Dengan demikian kekhawatiran krisis lini belakang skuad Garuda resmi berakhir. Timnas menatap ajang bergengsi ini dengan kepercayaan diri penuh.
Selanjutnya pemusatan latihan intensif segera dieksekusi begitu para penggawa diaspora tiba lengkap di tanah air. Herdman mematangkan organisasi taktik secara cermat.
Singkatnya pulihnya sang kapten menjadi sinyal bahaya bagi para rival kawasan regional. Kekuatan penuh siap dikerahkan demi trofi juara. Target menang tak bisa ditawar lagi.
Pada akhirnya ketangguhan Idzes bakal diuji langsung saat memimpin rekan-rekannya di lapangan hijau. Pertarungan sengit di rumah sendiri siap meletus. Publik menanti bukti nyata pembuktian Garuda. (BP/CHA).














