Balipolitika.com- Lionel Messi resmi pamit pensiun dari Timnas Argentina di Buenos Aires. Berdasarkan pernyataan resmi sang kapten melalui akun Instagram pribadinya, Senin (31/8/2026), karier internasionalnya tuntas. Sebuah era emas resmi berakhir.
Pemain 39 tahun itu menutup pengabdian panjang usai mempersembahkan trofi bergengsi. Puncaknya kala merengkuh juara Piala Dunia 2022 di Qatar.
“Saya tahu ini keputusan tepat, tetapi menyakitkan,” tulis Messi secara emosional. Keputusan berat diambil.
Hatinya masih bergetar hebat. Pengorbanan luar biasa tuntas diberikan.
“Saya bersumpah selalu memberikan segalanya demi jersey ini,” tegas sang megabintang. Ia berjuang hingga titik keringat penghabisan.
Pencapaian La Pulga sulit tertandingi oleh siapa pun. Messi mengoleksi 207 caps resmi bersama La Albiceleste. Ia memuncaki daftar top skor sepanjang masa Argentina via 125 gol.
Rekor legendaris 54 gol Gabriel Batistuta pernah ia lewati pada Copa America 2016. Sejarah baru selalu tercipta.
Tetapi catatan gemilangnya makin menggila di panggung Piala Dunia 2026. Laga pembuka kontra Aljazair menjadi penampilan ke-200 bersejarah baginya. Messi langsung mencetak hattrick spektakuler dalam duel tersebut.
Usianya saat itu 38 tahun 357 hari. Rekor pencetak hattrick tertua Piala Dunia pecah seketika.
Sebaliknya panggung turnamen akbar dunia resmi menobatkan Messi sebagai pemilik rekor terbanyak. Ia melahap 34 pertandingan dengan menit bermain terlama.
Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol di fase grup sampai final. Sangat fenomenal.
Messi melesakkan gol dalam sembilan partai beruntun sejak edisi 2022 hingga 2026. Catatan enam laga milik Just Fontaine dan Jairzinho resmi terlampaui.
Koleksi 21 gol menjadikannya top skor abadi turnamen sejagat. Dua belas assist mempertegas dominasinya.
Total 33 kontribusi gol disumbangkan dalam enam edisi berbeda. Angka gila.
Lagipula Messi menyandang status pemain non-kiper tertua di final Piala Dunia. Rekor diukir pada umur 39 tahun 25 hari.
Lima penghargaan Player of the Match diborongnya dalam satu edisi 2026. Belum ada tandingannya.
“Magis permainannya menjadi warisan abadi sepak bola dunia,” ujar pengamat sepak bola Amerika Selatan.
Dominasi serupa ia tunjukkan di pentas Copa America. Messi tercatat sebagai pemain dengan penampilan dan assist terbanyak sepanjang sejarah kompetisi. Lemari trofinya penuh sesak dengan dua gelar Copa America serta satu trofi Finalissima.
Dengan demikian perpisahan Messi menandai akhir perjalanan generasi terhebat sepak bola modern. Publik Argentina berselimut duka kehilangan sosok sang juru selamat. Legenda hidup telah pamit.
Kini jersey nomor sepuluh tim nasional menanti pewaris baru yang sepadan. Beban berat membayangi generasi penerus.
Selanjutnya nama besar Messi tetap terukir abadi dalam buku sejarah olahraga sejagat. Kisah panjangnya menginspirasi jutaan talenta muda di seluruh pelosok bumi.
Singkatnya puluhan tahun pengabdian sang kapten berakhir dengan kepala tegak dan penuh kehormatan. Pembuktian status terhebat sepanjang masa tuntas tanpa perdebatan.
Pada akhirnya warisan segudang trofi dan rekor abadi menjadi saksi bisu keagungan sang maestro. Panggung internasional resmi kehilangan sentuhan magis sang alien. Terima kasih, Leo Messi. (BP/CHA).














