MANCHESTER, Balipolitika.com- Manchester City resmi menyetujui pelepasan gelandang jangkar Rodri ke Barcelona di Manchester. Sesuai regulasi transfer internasional FIFA, kepindahan peraih Ballon d’Or 2024 itu bernilai 76,5 juta euro.
City berhitung cermat. Kontrak Rodri berakhir 30 Juni tahun depan.
Usia sang pemain kini menginjak 30 tahun. Manajemen The Citizens merasa momen pelepasan kapten Spanyol tersebut sangat tepat. Pundi uang hampir 80 juta euro diamankan.
Padahal City mendatangkannya dari Atletico Madrid seharga 70 juta euro pada 2019. Penjualan ini memberi keuntungan finansial. Cuan besar.
Tetapi kepergian Rodri menyisakan lubang raksasa di Stadion Etihad. Perannya praktis tak tergantikan selama bertahun-tahun.
Manajemen langsung tancap gas di sisa jendela transfer. Kehilangan Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 itu wajib ditambal.
Enzo Maresca menuntut perombakan instan. Elliot Anderson sudah mendarat lebih dulu dari Nottingham Forest.
Mahar Anderson menyentuh angka 135 juta euro. Namun itu belum cukup bagi sang juru taktik. Dua amunisi baru kembali diburu.
Sebaliknya radar utama kini beralih ke Prancis. Gelandang muda LOSC Lille Ayyoub Bouaddi masuk bidikan utama.
Negosiasi kepindahan bintang Maroko itu dilaporkan BBC sudah memasuki tahap lanjutan. Bouaddi tampil memikat sepanjang putaran final turnamen FIFA.
“Lille mematok harga 100 juta euro untuk aset emasnya,” beber sumber media di Inggris. Rekan seklub bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk itu terus didekati.
Lagipula perburuan gelandang Chelsea Enzo Fernandez belum berhenti. Man City siap merogoh kocek dalam demi servis gelandang Timnas Argentina tersebut.
Banderol Enzo mencapai nominal 100 juta euro. Angka selangit.
Dengan demikian total belanja tiga gelandang anyar City bakal menembus 335 juta euro. Angka fantastis itu setara hampir Rp7 triliun.
Proyek regenerasi lini vital digeber. Manajemen diburu tenggat waktu penutupan bursa 1 September mendatang.
Langkah cepat wajib diambil tanpa kompromi. Laga pembuka Community Shield di Stadion Wembley memperlihatkan rapuhnya tim.
Pasukan Manchester remuk dihajar Arsenal 0-3 tanpa balas pada Minggu (16/8). Kekalahan memalukan.
“Banyak lubang lini tengah yang harus segera kami perbaiki,” tegas Maresca usai pertandingan.
Kerapuhan taktik high-pressing City terekspos jelas tanpa jangkar murni. Fans di Manchester mulai resah.
Selanjutnya manuver transfer ini menjadi pertaruhan reputasi Maresca di musim perdananya. Kedalaman tim wajib rampung sebelum laga perdana liga.
Singkatnya Man City bertekad membangun dinasti lini tengah baru pasca-kepergian Rodri. Uang melimpah bukan masalah bagi juara Inggris tersebut.
Pada akhirnya efektivitas belanja triliunan rupiah ini bakal diuji di panggung resmi. Lini tengah baru segera terbentuk di Etihad. (BP/CHA).














