SLEMAN, Balipolitika.com- Perseteruan klasik kembali meletup di tanah Mataram. PSIM Yogyakarta menjamu tetangganya PSS Sleman pada putaran pertama BRI Super League 2026/2027. Duel panas ini digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, 10 Desember 2026 mendatang.
Gengsi tinggi dipertaruhkan. Kota Gudeg membara. Kepastian jadwal duel merujuk Regulasi Kompetisi I-League Operator Pasal 4 Ayat 2 mengenai Penetapan Kalender Pertandingan Resmi.
Atmosfer rivalitas dua kubu dipastikan mendidih. Suporter fanatik siap tumpah ruah memenuhi tribun.
Pelatih kepala PSS Sleman Pieter Huistra menyambut laga akbar ini dengan penuh gairah. Pertarungan lokal ini dianggapnya punya magnet setara bentrok klub raksasa ibu kota.
“Derbi selalu spesial,” tegas Huistra di Sleman.
“PSIM dan PSS merupakan derbi besar,” imbuh juru taktik berpaspor Belanda itu.
Derbi DIY musim ini menandai kebangkitan dua kutub sepak bola Yogyakarta di panggung kasta tertinggi.
Laskar Sembada sukses mengamankan tiket promosi usai menyegel posisi runner-up Championship 2025/2026. Sebaliknya, Laskar Mataram sudah melenggang lebih awal lewat titel jawara Liga 2 musim 2024/2025.
Pertemuan dua musuh bebuyutan tersebut akhirnya terwujud nyata. Kerinduan publik terbayar.
Tetapi, sebelum bentrok di Bantul, tantangan berat langsung mengadang Super Elang Jawa. PSS harus bertamu ke markas Bali United pada partai pembuka liga.
Duel perdana itu digeber di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026). Mental tim diuji.
“Itu langsung menjadi ujian yang bagus bagi kami,” beber pria berusia 59 tahun tersebut.
Kebugaran fisik pemain terus digenjot selama pemusatan latihan. Persiapan matang.
“Kami sudah siap, bahkan lebih dari siap,” pungkas Huistra percaya diri.
Singkatnya, masa uji coba pramusim yang panjang telah selesai dilewati skuad Elang Jawa. Huistra ingin segera melihat anak asuhnya bertarung di laga kompetitif sesungguhnya.
“Kami sangat menantikan untuk memainkan laga yang sebenarnya,” kata eks peracik taktik Borneo FC itu.
Selanjutnya, fokus armada Sleman terarah penuh merebut poin perdana di Pulau Dewata sebelum menatap derbi. Kemenangan tandang bisa memompa moral bertanding tim.
Lagipula, peta kekuatan skuad PSS musim ini terbilang cukup merata di setiap lini. Komposisi pemain muda dan pilar senior terpasang solid.
Laskar Mataram di lain pihak dipastikan enggan menyerahkan poin begitu saja di kandang sendiri. Kubu tuan rumah siap memasang pertahanan gerendel baja di SSA.
Pada akhirnya, bentrokan sarat gengsi Derbi DIY bakal menjadi sajian paling dinanti para pencinta sepak bola nasional. Dua kekuatan lokal saling jegal demi martabat daerah.
Siapa paling digdaya di tanah Sultan bakal terjawab tuntas di atas lapangan hijau Bantul. Taruhan harga diri. Pertaruhan nama besar. (BP/CHA).











