MANCHESTER, Balipolitika.com- Manchester City resmi mengamankan tanda tangan Enzo Fernandez di Stadion Etihad Manchester. Berdasarkan regulasi transfer Premier League, sang gelandang Argentina sah bergabung. Babak baru kariernya dimulai.
Lini tengah City kian mewah. Josep Guardiola mendapat amunisi segar.
Karier sang pemain sebelumnya terbentang panjang bersama Benfica hingga Chelsea. Pengalaman bermain di level elite benua Eropa sudah tidak perlu diragukan lagi. Berbagai trofi juara telah dicicipinya.
Tetapi perjalanan hidupnya bermula dari keluarga amat sederhana di San Martin Buenos Aires.
Ayahnya, Raul, merupakan pekerja pelukis dinding. Sang ibu, Martha, berprofesi sebagai tenaga pembersih gedung.
Enzo kecil terbiasa banting tulang melakukan pekerjaan serabutan bersama abang-abangnya demi makan sehari-hari.
Ia bahkan sempat nyaris gantung sepatu karena himpitan ekonomi keluarga yang mencekik. Beruntung kedua orang tuanya melarang keras niat tersebut. Fernandez diminta terus mengejar mimpi sepak bolanya.
Pemberian nama depannya terinspirasi dari legenda River Plate asal Uruguay, Enzo Francescoli. Ayahnya pengagum berat Francescoli.
Sang idola tercatat sukses membawa pulang tiga trofi Copa America. Nama itu kini menjelma bintang besar.
Bakat mengolah si kulit bundar diasah sejak dini di akademi River Plate. Ia seangkatan dengan penyerang Julian Alvarez serta bek Gonzalo Montiel.
Bersama tim utama River Plate, Enzo membukukan 51 laga serta melesakkan 12 gol.
Kariernya melesat tajam kala menjalani masa pinjaman di Defensa y Justicia periode 2020-2021. Di sana ia langsung mengantarkan timnya merengkuh gelar Copa Sudamericana dan Recopa Sudamericana.
Publik Amerika Latin geger. Namanya mulai dipantau pemandu bakat Eropa.
Puncak karier internasionalnya meledak pada gelaran akbar Piala Dunia 2022 di Qatar. Fernandez melahap seluruh tujuh pertandingan penuh di bawah komando taktik Lionel Scaloni.
Gelar kampiun dunia ketiga sukses dibawa pulang ke Buenos Aires.
FIFA kemudian menobatkannya sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen sejagat tersebut. Rekor langka dipecahkan.
Ia tercatat menjadi pemain Argentina pertama yang sukses menggondol trofi prestisius itu. Dua tahun berselang, ia kembali mempersembahkan gelar juara Copa America bagi negaranya.
Sebaliknya rekam jejak Enzo di level klub membuktikan dirinya sebagai sosok pengoleksi trofi. Setiap klub yang dibelanya selalu dibawanya berpesta gelar juara. Mental pemenang sejati.
Bersama River Plate ia mencicipi trofi Primera Division serta Trofeo de Campeones. Hijrah ke Benfica pada musim panas 2022, ia mengenakan nomor punggung 13 milik Eusebio.
Enzo menyumbang empat gol dari 29 laga dan mempersembahkan gelar Primeira Liga Portugal ke-38.
Pindah ke Chelsea pada bursa transfer Januari 2023, ia menambah koleksi gelarnya. Trofi Piala Dunia Antarklub serta UEFA Conference League sukses direngkuh.
“Ia adalah gelandang yang sangat tenang mengatur ritme permainan,” kata pengamat sepak bola Eropa.
Julukan El Musico disematkan media Argentina berkat akurasi operan dan visinya yang menawan. Irama permainan diatur layaknya konduktor musik.
Lagipula fleksibilitas taktik membuatnya leluasa dipasang sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang sentral. Kemampuan adaptasinya sangat tinggi di atas rumput hijau.
Pujian setinggi langit bahkan pernah meluncur dari mulut sang legenda hidup, Lionel Messi.
“Saya tidak heran dengan Enzo karena melihatnya berlatih tiap hari,” ujar Messi.
Pujian tulus terlontar. Messi menyebut juniornya itu sangat luar biasa tenang saat memegang bola.
“Dia sangat pantas menerima apresiasi atas kerja kerasnya selama ini,” imbuh La Pulga.
Dengan demikian kedatangan Enzo Fernandez dipastikan menambah kedalaman skuad The Citizens mengarungi musim baru. Sektor gelandang City makin solid dan mengerikan bagi para rival domestik.
Persaingan menembus tim inti di Manchester tentu menuntut konsistensi performa level tertinggi. Tidak ada jaminan posisi starter.
Selanjutnya sang pemain dijadwalkan segera melakoni tes medis lanjutan dan sesi latihan perdana. Adaptasi strategi Pep Guardiola wajib dituntaskan secepat kilat sebelum laga resmi bergulir.
Singkatnya kepindahan ini menjadi bukti metamorfosis anak pekerja serabutan menjadi jenderal lapangan tengah berharga fantastis. Panggung megah Etihad menanti aksi magis sang musisi.
Pada akhirnya pembuktian konsistensi di atas lapangan yang akan menjawab ekspektasi tinggi publik Manchester. Panggung Liga Champions dan Liga Inggris sudah membentang di depan mata. Trofi baru kini dibidik Enzo. (BP/CHA).














