DILAPORKAN: La Grenouille Culinary Institute, PT Sri Dewi Baruna, di Jalan Ahmad Yani, Abiantuwung, Tabanan. (Sumber: Gung Kris)
TABANAN, Balipolitika.com – Kekerasan seksual diduga dialami seorang murid La Grenouille Culinary Institute (PT Sri Dewi Baruna) Tabanan berinisial Kadek TA, asal Busungbiu, Buleleng, diketahui kejedian tersebut terjadi di Mess La Grenouille Culinary Institute, Jl. Ahmad Yani II, Abiantuwung, Tabanan.
Hal tersebut terungkap berdasarkan Laporan Kepolisian dengan no: STP/213.a/VII/2026/SPKT/POLRES TBN/POLDA BALI di Kepolisian Resor (Polres) Tabanan, dilaporkan oleh Kadek TA selaku Korban Kekerasan Seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu Staff Management PT Sri Dewi Baruna selaku pengelola La Grenouille Culinary Institute berinisial Kadek AA.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan Bali Politika terkait persitiwa tersebut, Kadek TA selaku Korban nampak enggan memberikan banyak keterangan kepada wartawan, mengaku dirinya masih dalam keadaan trauma atas peristiwa yang telah menimpanya tersebut.
“Mohon maaf saya belum bisa memberikan keterangan. Saya masih trauma. Intinya kejadian tersebut terjadi di mess, sebelum kejadian saya juga sempat diiming-imingi berangkat keluar negeri oleh (terduga, red) pelaku,” ungkapnya, dikutip Senin, 6 Juli 2026.
Sementara, saat wartawan Bali Politika berusaha mengkofirmasi pihak Management PT Sri Dewi Baruna terkait salah satu Staffnya yang dilaporkan ke Polres Tabanan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual, wartawan sempat dicegat oleh Staff Keamanan (Satpam) yang bertugas dan belum diizinkan untuk menemui pihak management dengan alasan semua staff sedangan keluar makan siang.
Namun, saat wartawan Bali Politika mengkonfirmasi terkait kebenaran terlapor Kadek AA bekerja di PT Sri Dewi Baruna, pihak Staff Keamanan tersebut membenarkan bahwa terlapor memang bekerja di tempat tersebut, tetapi Kadek AA dikabarkan sudah beberapa hari belakangan ini tidak masuk ke kantor.
“Iya benar pak (Kadek AA, red) karyawan di sini. Tapi sudah beberapa hari tidak masuk,” singkat salah Staff Keamanan PT Sri Dewi Baruna yang enggan disebutkan namanya di media, Selasa, 7 Juli 2026. (bp/gk)










