DALLAS, Balipolitika.com- Tim nasional Prancis lebih diunggulkan dengan probabilitas kemenangan mencapai 41.3 persen atas Spanyol. Angka tersebut muncul menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Texas. Peluang menang ini dihitung berdasarkan laga ynag telah dilaoni kedua tim di babak fase gugur, kemarin. Pertandingan krusial dua raksasa Eropa tersebut dijadwalkan bergulir pada 15 Juli 2026 mendatang.
Sebaliknya, Spanyol hanya mengantongi probabilitas kemenangan sebesar 29.7 persen saja. Sisa peluang seri berada di angka 29.0 persen untuk waktu normal. Ketat sekali. Duel ini diprediksi menjadi laga adu mekanik taktik tingkat tinggi. Tiket menuju babak final turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat menjadi taruhan utamanya.
Spanyol melaju ke semifinal setelah menaklukkan Belgia dengan skor tipis 2-1. Gol kemenangan La Furia Roja dicetak oleh Fabián Ruiz dan Mikel Merino. Menang dramatis mereka. Skuad matang asuhan Luis de la Fuente ini dikenal sangat solid menguasai bola. Penguasaan bola menjadi andalan utama mereka meredam lawan.
Prancis melenggang ke empat besar usai mengandaskan perlawanan sengit tim kejutan Maroko. Kedalaman skuad merata menjadi senjata utama tim berjuluk Les Bleus tersebut. Tajam dan mematikan. Lini serang Prancis yang agresif membuat mereka menjadi kandidat kuat juara dunia. Banyak pengamat memfavoritkan mereka angkat trofi.
Pertandingan semifinal diproyeksikan berjalan alot sepanjang 90 menit waktu normal di lapangan. Karakter permainan kedua tim sangat kontras namun sama-sama mematikan. Skuad berkelas dunia memenuhi daftar susunan pemain kedua kubu. Lini pertahanan Spanyol akan menghadapi ujian terberatnya di turnamen ini. Agresivitas lini depan Prancis yang dimotori oleh Kylian Mbappé siap meneror. Mbappé menjadi momok menakutkan bagi bek lawan.
Pengamat sepak bola internasional menilai laga ini akan menjadi pembuktian taktik kedua pelatih. Perang urat saraf sudah dimulai sejak dini di luar lapangan hijau. Sengit. Siapa yang lengah di lini belakang pasti akan langsung dihukum.
Prancis diprediksi memakai formasi andalan 4-2-3-1 dengan Mike Maignan di bawah mistar. Kuartet Hernandez, Upamecano, Konate, dan Kounde mengawal tembok pertahanan kokoh mereka. Jangkar tengah diisi Tchouameni serta Kante. Sektor serang mengandalkan Dembele, Griezmann, dan Barcola untuk menyokong pergerakan lincah Mbappé.
Spanyol diproyeksikan meladeni permainan terbuka Prancis lewat pakem klasik ofensif mereka 4-3-3. Unai Simon tetap dipercaya menjadi penjaga gawang utama skuad La Furia Roja. Kuartet lini belakang diisi Cucurella, Laporte, Le Normand, dan bek kanan senior Carvajal. Lini tengah dipercayakan kepada trio dinamis Fabián Ruiz, Rodri, serta Pedri. Ketiganya bertugas mengatur ritme. Penyerangan bertumpu pada Nico Williams, Alvaro Morata, dan wonderkid sensasional Lamine Yamal.
Rekor pertemuan kedua raksasa sepak bola Eropa ini selalu menyajikan drama tensi tinggi. Spanyol unggul dalam memori baru setelah mengalahkan Prancis 2-1 di semifinal Euro. Kemenangan dramatis 5-4 juga pernah diraih Spanyol pada ajang UEFA Nations League. Sebaliknya, dominasi fase knockout berpihak pada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Yamal memenangkan semua lima laga fase gugur sepanjang kariernya saat melawan Mbappé. Statistik menarik. Catatan apik itu termasuk laga di level klub domestik.
Mbappé tetap menjadi ancaman terbesar pertahanan Spanyol yang wajib dikawal super ketat. Penyerang Real Madrid itu tampil menggila dengan mengemas 8 gol dari 6 laga. Produktif sekali. Pergerakan tanpa bolanya sangat merepotkan pertahanan lawan mana pun selama turnamen.
Berdasarkan data odds pasar taruhan BetMGM, Prancis ditempatkan sebagai tim yang lebih difavoritkan. Skor minus 145 diberikan untuk Prancis banding plus 115 bagi Spanyol. Angka taruhan yang cukup mencolok dari bandar judi legal dunia. Selanjutnya, melihat solidnya lini belakang Spanyol, pertandingan diprediksi berlanjut hingga perpanjangan waktu. Kreativitas serangan kedua tim akan membuat laga berakhir seri 1-1 atau 2-2. Skor kembar pada 90 menit waktu normal.
Pada akhirnya, Prancis diprediksi menang tipis 2-1 melalui babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Kedalaman skuad merata milik Les Bleus menjadi faktor pembeda di menit krusial. Fisik pemain Prancis dinilai lebih unggul saat laga memasuki fase krusial.
Melongok statistik babak 8 besar, Prancis sebenarnya kalah dominasi saat menghadapi Maroko. Penguasaan bola Prancis hanya berada di angka 48 persen berbanding 52 persen milik Maroko. Kalah dalam mendikte permainan mereka saat itu. Namun, tingkat akurasi operan tim ayam jantan sangat klinis mencapai 92 persen. Total operan sukses mereka menyentuh angka 476 operan dari seluruh aliran bola.
Prancis melepaskan total 22 tembakan dengan 9 di antaranya tepat sasaran ke gawang. Akurasi tembakan skuad asuhan Didier Deschamps ini berada di angka 40.9 persen. Sangat efektif memanfaatkan peluang sekecil apa pun di area kotak penalti lawan.
Spanyol tampil sangat dominan saat menyingkirkan Belgia pada pertandingan babak perempat final kemarin. Skuad Matador mencatatkan penguasaan bola sangat superior hingga menyentuh angka 68 persen. Belgia dipaksa bertahan total dan hanya diberi sisa 32 persen penguasaan bola. Total operan sukses Dani Olmo dan kolega mencapai 663 operan sepanjang laga. Akurasi operan Spanyol berada di angka 91 persen melalui umpan pendek kaki ke kaki. Tikitaka berjalan sempurna di lapangan.
Lini serang Spanyol melepaskan total 18 tembakan ke arah pertahanan Belgia yang rapat. Sebanyak 8 tembakan tepat sasaran berhasil dilepaskan oleh para penyerang sayap mereka. Akurasi tembakan Spanyol menyentuh angka 44.4 persen dari total percobaan yang dibuat. Ketajaman ini menjadi modal berharga bagi tim Matador menjelang laga kontra Prancis. (BP/CHA).










