PERKEMBANGAN: (Kiri) Polres Tabanan, (Kanan) La Grenouille Culinary Institute, PT Sri Dewi Baruna, di Jalan Ahmad Yani, Abiantuwung, Tabanan. (Kolase: Gung Kris)
TABANAN, Balipolitika.com – Kasus dugaan kekerasan seksual (pemerkosaan) yang menimpa salah satu siswi La Grenouille Culinary Institute (PT Sri Dewi Baruna) berinisial Kadek TA secara tidak langsung telah mencoreng citra dunia pendidikan Bali. Bahkan, diketahui, Kepolisian Resor (Polres) Tabanan telah melimpahkan kasus yang berdasarkan Laporan Kepolisian dengan no: STP/213.a/VII/2026/SPKT/POLRES TBN/POLDA BALI ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan segera akan melakukan pemeriksaan terhadap salah satu oknum pegawai berinisial Kadek AA selaku terlapor, Rabu, 8 Juli 2026.
Diungkapkan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tabanan, AKP I Made Tedy Satria Permana kepada wartawan yang mengkonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Benar, laporannya sudah kami terima. Saat ini statusnya masih dalam penyelidikan dan akan kami limpahkan ke Unit PPA. Untuk terlapor belum kami lakukan pemeriksaan, karena kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” ungkap AKP Made Tedy melalui pesan singkat WhatssApp (WA), Selasa, 7 Juli 2026.
Lebih lanjut, sejauh ini Tim Penyidik Polres Tabanan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Kadek TA selaku Korban yang juga Pelapor, dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus yang menimpanya termasuk hasil visum.
“Setelah melapor dan visum korban sudah kami periksa untuk kelengkapan bukti-bukti di Penyelidikan,” tambahnya.
Selanjutnya, hingga berita ini ditayangkan, wartawan Bali Politika sudah berusaha mengkonfirmasi pihak Kadek AA sebagai terlapor ke pihak Manajemen PT Sri Dewi Baruna tempatnya bekerja. Namun, belum mendapat mendapatkan keterangan resmi terkait kasus yang menyeret nama salah satu oknum pegawainya tersebut, Rabu, 8 Juli 2026.
Sebelumnya, wartawan saat berusaha mengkonfirmasi ke PT Sri Dewi Baruna wartawan sempat dicegat oleh salah satu Staff Keamanan (Satpam) yang bertugas dan tidak diizinkan untuk menemui pihak manjemen dengan alasan semua staff sedang keluar makan siang.
Pihak staff keamanan pun sempat membenarkan bahwa terlapor memang bekerja di PT Sri Dewi Baruna, tetapi Kadek AA dikabarkan sudah beberapa hari belakangan ini tidak masuk ke kantor.
“Iya benar pak (Kadek AA, red) karyawan di sini. Tapi sudah beberapa hari tidak masuk,” singkat salah Staff Keamanan PT Sri Dewi Baruna yang enggan disebutkan namanya di media, Selasa, 7 Juli 2026. (bp/gk)













