KOLONI HEDON
Vibrasi buruk
yang menggayut di udara
Menetaskan koloni hedon
Di pergerakan musim
Menjalari waktu
Serupa gerombolan entitas
Pengganggu
Menari lenggang
Mirip penari striptease
Menelanjangi alam pikir
Bebas hambatan
Keluar masuk syahwat
Nikmat sekadar
atau menjerat
Kebebasan adalah panggung terbuka
Imaji meniti tangga pikiran ke hasrat
Dikendalikan pukau
Orang-orang menggelinjang
menelanjangi keinginan
Rontoklah serpihan rasa
yang pernah jadi
demarkasi kewaspadaan
Runtuh jiwa serapuh daun kering
hanya di tiupan semilir
Koloni hedon bermata rabun
melangkahi pintu pukau
Merakit mimpi
di antara keriangan
Gegap gempita
Terseret jauh
Tergambar wajah-wajah murung
Teramat murung
Melambai
Tak terpahami
Memanggil, atau
Mengucap sayonara
Pada pukau semu
Koloni hedon
Belum selesai dengan diri
15 juni 2024
STIGMA P
Kaulah
Menjadikan ia pembawa
lonceng pertanda aib
Ke mana pun ia
Orang-orang waspada. Tapi
Memaksanya mengepak sayap yang
Patah berkali-kali
Bahkan remuk sekalipun
Tak ada peduli
Erotisme
di ruang remang
Menyusup ke sudut hati
Tak ada ceruk batin terbebas
dari eksotikanya
Dingin di lipatan waktu
Menggigilkan syahwat
Libido luruh dalam tawa dan
percakapan riang
Wangi parfum dan cologne
Mengantar aroma tubuh-tubuh
Stigma tak pernah enyah
Dari langkahnya yang tak selalu tegak
Wajah-wajah berkirim tatap
Seburam mendung
Menghalau jauh cahaya
Tapi…
Magnetnya terus bekerja
Orang-orang terus berdekat-dekat
Mengabaikan stigma
Membangun transaksi
Keriangan mengoyak subuh
Orang-orang yang tersesat
di stagnan nasib
Bercanda liar
Mengejek moralitas
Moralitas meliuk-liuk di kerumunan
Hilang muncul disaput hingar bingar
Ejekan
Tawa artifisial menggema
Mengalahkan suara hati
Apa pun!
Udara menyapu waktu
Semua datar
Tanpa emosi
10 agust 2025
PULAU DEMIT
Apa kau tak merasa
Kita kian tersesat di pulau demit
Kawasan berhantu yang dihuni
Perusuh
Hilang muncul
Hit and run
Bikin makin susah hidup, tapi
Sulit dikenali
Mudah bersalin rupa
Jadi kaum cemerlang
Penghuni gedung-gedung berlampu terang
Penyamarannya
Mengalahkan penyihir di film box office
Gerombolan demit beraksi
Terang-terangan
Bukan di ruang gelap pengap
Berloncatan dari mimpi ke ambisi
Kolaborasi ke persekongkolan jahat
Dengan riang gembira
Pengingkaran jadi kegemaran
Pembenaran jadi rutinitas
Tak bermusim
Ingkar menuruti nurani
Abai pada geram jalanan
Kian mengeruhkan udara
yang kita hirup
Siapa terkecoh?
Senyum palsu sandiwara
Lumpur-lumpur kejahatan
Manciprat
Aroma busuk
dari jubah sihir yang tersibak
Apa kau tak merasa
Kita sudah tersesat jauuhhh….
21 des 2025
RACUN JANJI
Kebohongan-kebohongan
Menetas jadi udara beracun
Terhirup ke seluruh sel
Masuk pembuluh darah
Berapa yang kejang-kejang?
Perut gembung. Kekenyangan
menelan janji tanpa bukti
Mengejan tanpa tepi
Mengerang
Sekarat
Di lapisan lambungnya
Luka
akibat iritasi menahun
Mengunyah janji
Palsu!
Dipaksa memuja
Wajah lugu. Wibawa palsu
Busa-busa retorika
Selebrasi-selebrasi
Berapa tertipu?
Sihir wajah penipu
Dikuliti waktu
Orang-orang ingin terbebas sihir
Penyesalan terjungkal
di jalan riuh penuh teriakan
Hujatan
Disapu badai kesadaran
Kuasa Sang Waktu!
Ribuan kata manipulatif
Larangan-larangan karangan
Kini gamblang. Dihabisi waktu
Perang tanding nurani
Menguarkan vibrasi kemelut
Kebohongan-kebohongan
Rekayasa-rekayasa
Dihajar logika
Banyak pertanyaan mengapa
Tak terjawab
Kegemparan batin
Gangguan jiwa
Di akhir waktu
Korban bergelimpangan
Luka batin parah
Erangan menggema
10 feb 2026
MIGRASI KECOA
Migrasi kecoa
Seperti ditembakkan dari senyap
Berkoloni
menguasai tiap sudut
serentak dan sistematis
Bau apak. Busuk
Segera memenuhi gelombang udara
Merayapi celah tak terduga
Pikiran. Hati dan perasaan
Persis karakter kecoa
Kotor. Comberan
Ini migrasi besar-besaran
Koloni kecoa bergerak
dari persembunyian antah berantah
Menyusup di mana celah terbuka
Ruang sepi gedung-gedung
yang minim jadwal rapat
Juga tak luput
Jadi tempat aman
Bersarang. Berbiak
Membusukkan udara
Terhirup
Masuk pernafasan bebas hambatan
Dan orang-orang oleng
Linglung. Limbung. Tumbang
Koloni kecoa berkuasa
atas tubuh-tubuh
Menyamakan frekuensi
dengan aroma busuk habitatnya
Orang-orang membusuk
Dari otak sampai panca indria
Pikiran-pikiran membusuk
Membusukkan perilaku
Tubuh-tubuh bergerak seirama kecoa
Merayap mencuri celah
Menyusupi udara dengan aroma busuk
Mental koloni ditempa
dengan jurus bertarung
Pertarungan senyap
tanpa gaduh
Migrasi kecoa
dari habitat comberan
Ke pikiran-perilaku busuk
3 mrt 2026
BIODATA
Alit S. Rini adalah nama pena dari Ida Ayu Putu Alit Susrini, lahir di Denpasar, 22 November 1960. Menulis puisi, artikel, esai sejak 1980. Karyanya dimuat di sejumlah media massa dan buku kumpulan puisi bersama. Buku kumpulan puisi tunggalnya: Karena Aku Perempuan Bali (2003), Arunika (2023), Asmaraloka (2024). Ia mendapat penghargaan Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali (2023) dan Buku Puisi Pilihan Majalah Tempo kategori puisi untuk buku puisi Arunika (2023).













