BALI, Balipolitika.com – Meninggalnya maestro dongeng, sekaligus pelestari permainan tradisional Bali, I Made Taro, meninggalkan duka mendalam bagi dunia kebudayaan Pulau Dewata.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya, untuk menjaga dan meneruskan warisan budaya bernilai tinggi yang almarhum tinggalkan.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian almarhum.
“Bapak Made Taro adalah tokoh besar dalam pelestarian permainan tradisional anak-anak. Berkat dedikasi beliau selama puluhan tahun membina anak-anak, berbagai permainan tradisional Bali masih lestari. Kami sangat merasa kehilangan,” ungkap Alit Suryana, Kamis (23/7/2026).
Rujukan Utama Jantra Tradisi Bali
Selama ini, I Made Taro menjadi rujukan dan mitra utama Dinas Kebudayaan Bali, khususnya dalam ajang tahunan Jantra Tradisi Bali.
Almarhum memberikan petunjuk mengenai persebaran permainan rakyat autentik yang masih bertahan di daerah seperti Buleleng dan Tabanan.
Sebelum berpulang, Disbud Bali sejatinya telah menyiapkan rencana pembinaan permainan rakyat bersama almarhum untuk agenda Jantra Tradisi berikutnya.
Pemprov Bali bertekad mencari dan merangkul generasi penerus, yang sanggup mewarisi pengetahuan serta semangat almarhum dalam merawat budaya mendongeng dan permainan anak.
I Made Taro kini telah berpulang, namun karya, tawa anak-anak, dan cerita dongengnya akan selamanya abadi di benak masyarakat Bali.
Mari kirimkan doa terbaik dan jaga warisan permainan tradisional Bali bersama-sama! Dumogi amor ing acintya. (BP/OKA)













