DENPASAR, Balipolitika.com- Delapan penyerang legendaris dunia menembus catatan monumental lebih dari seribu gol sepanjang karier profesional mereka. Data tersebut dirilis resmi Rec Sport Soccer Statistics Foundation di Madrid, Kamis (17/9).
Kompilasi mencakup partai persahabatan dan turnamen nonresmi.
Mengacu Regulasi Status dan Pendaftaran Pertandingan FIFA Bagian Dua Pasal Delapan, seluruh laga tercatat utuh.
Penyerang legendaris Hungaria Lajos Tichy memuncaki daftar bergengsi tersebut secara mengejutkan. Sosok berjuluk The Nations Bomber menggelontorkan total 1.917 gol sepanjang kiprahnya.
Tichy mengemas 1.307 penampilan pada periode 1952 hingga 1971 di Hungaria. Mesin gol sejati.
Josef Bican mengekor ketat pada urutan kedua klasemen pencetak gol sepanjang masa. Bican menghimpun 1.813 gol dari total 1.089 laga kompetitif maupun uji coba.
Sebanyak 950 gol lahir pada ajang resmi. Rata-rata golnya menyentuh angka fantastis 1,66 per laga, beber arsiparis data RSSSF di Spanyol.
Posisi ketiga ditempati penyerang Jerman Erwin Helmchen dengan koleksi 1.611 gol. Sang juru gedor memegang rekor gol resmi terbanyak dunia sejumlah 989 gol.
Tetapi ia menghabiskan kariernya di kompetisi kasta bawah Jerman.
Lagipula nama besar Ferenc Puskas membuntuti di posisi keempat lewat raihan 1.569 gol. Puskas menorehkan tinta emas kejayaan bersama Real Madrid di kancah Benua Biru.
Sebanyak 802 gol lahir pada partai kompetitif. Puskas adalah salah satu pesepak bola terhebat sepanjang sejarah manusia, tegas mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengenang kiprah sang bintang.
Sosok Puskas dikenal memiliki kerendahan hati luar biasa, imbuh Ferguson saat melawat ke Budapest.
Selanjutnya posisi kelima dikunci Gerd Mueller lewat gelontoran 1.483 gol. Sang legenda Bayern Munchen membukukan 735 gol dalam partai resmi.
Mueller sempat memegang rekor gol terbanyak Timnas Jerman. Catatan itu bertahan lama.
Miroslav Klose memecahkan rekor gol Mueller pada 2014, kata analis sepak bola Jerman.
Legenda Hungaria lainnya Ferenc Bene menempati tangga keenam dengan torehan 1.424 gol. Bene memutuskan gantung sepatu pada 1985 silam usai dua kali menyabet gelar pemain terbaik.
Ferenc Deak menyusul di urutan ketujuh mengoleksi 1.374 gol. Deak mengukir 795 gol resmi dan 579 gol ekshibisi.
Ia masih memegang rekor Eropa usai melesakkan 66 gol semusim, ujar sejarawan sepak bola Eropa.
Singkatnya legenda Brasil Pele melengkapi posisi kedelapan dengan tabungan 1.324 gol. Koleksi gol sang raja sepak bola memang kerap memicu perdebatan sengit.
Sebanyak 778 gol dilesakkan Pele pada partai resmi, sedangkan 546 lainnya berasal dari ekshibisi.
Sebaliknya Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi belum masuk dalam jajaran elite delapan besar tersebut. Rekor lawas para legenda terdahulu masih sangat kokoh bertahan di pucuk sejarah.
Dengan demikian para bomber abad lampau terbukti memiliki efektivitas sangat mematikan di kotak penalti. Dominasi mereka nyaris mustahil disamai oleh para pemain generasi modern saat ini.
Pencapaian angka gol tersebut kini diakui luas oleh komunitas pengarsip sepak bola internasional. Pembuktian nyata.
Pada akhirnya torehan fantastis Lajos Tichy tetap memimpin sejarah pembobol gawang tersubur di kolong langit. Angka yang teramat sulit untuk dipecahkan. (BP/CHA).













