BARCELONA, Balipolitika.com- Peringatan keras meluncur dari Presiden Barcelona Joan Laporta kepada juru taktik Real Madrid Jose Mourinho. Sikap tegas itu terlontar di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Barcelona, Rabu (9/9) petang. Mourinho diminta menahan diri soal tudingan wasit.
Dasar etika mengacu Regulasi Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol Pasal 89. Klausul itu mengatur kepatuhan menjaga integritas kompetisi.
El Real mulai berisik. Tetapi, kubu Camp Nou menolak masuk ke pusaran polemik rival abadi. Laporta menegaskan pihaknya enggan terseret drama tim lain.
Semua pihak wajib menjaga respek antarklub, tegas Laporta. Pernyataan keluar jelang laga Liga Champions. Barcelona dijadwalkan menjamu Feyenoord. Blaugrana sedang garang.
Lima partai beruntun disapu bersih dengan kemenangan tanpa cela. Rekor sempurna dikantongi. Laporta sangat semringah melihat laju kencang timnya musim ini.
Meski demikian, rasa puas tak boleh menghentikan laju armada Hansi Flick. Target mereka teramat besar. Menyapu seluruh trofi musim 2026/2027 jadi harga mati.
“Kami membidik gelar liga ketiga beruntun,” kata Laporta di hadapan wartawan. Capaian itu bakal luar biasa.
Selanjutnya, trofi Copa del Rey masuk target buruan utama. Barcelona berambisi menegaskan diri sebagai penguasa turnamen piala. Gelar Piala Super Spanyol turut diincar.
Piala Super pukulan telak di tengah musim, imbuh sang presiden klub. Tujuan paling megah tetap panggung Eropa. Liga Champions incaran utama kami, pungkas Laporta. Penantian panjang coba dituntaskan.
Perhatian lalu beralih menyoroti ulah Mourinho. Pelatih asal Portugal itu gencar melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Kubu Los Blancos meradang.
Sebaliknya, Laporta memilih bersikap masa bodoh terhadap kegaduhan sang rival. Ia mengaku cuma memantau proyek internal klub.
“Kami sibuk mengawal fondasi tim,” ujar Laporta.
Kolaborasi Direktur Olahraga Deco, Bojan Krkic, hingga Alejandro Balde terus digenjot. Tangan dingin Hansi Flick melengkapi proyek besar ini. Fokus kami utuh. Tak terganggu.
“Prinsipnya kami tak peduli polah tim lain,” beber Laporta kemudian.
Batasan etika institusi wajib dihormati kedua belah kubu. Harmoni jangan dirusak. Biarkan mereka bertindak sesuka hati, kata pria berkacamata itu memberi ultimatum. Garis batas dilarang dilanggar. Hubungan normal antarklub harus dijaga, tegasnya kembali.
Singkatnya, perang urat syaraf kini meletup kembali di jagat sepak bola Spanyol. Dua kutub raksasa mulai saling serang argumen. Tensi memanas cepat. Rivalitas abadi kembali membakar atmosfer kompetisi kasta teratas. Ambisi merajai Spanyol memicu gesekan baru.
Lagipula, Madrid sedang tercecer poin di klasemen sementara liga domestik. Kekecewaan memicu reaksi keras pelatih mereka. Laporta membalas dengan kepala dingin. Namun pesan peringatannya menusuk tajam ke markas Valdebebas. Kedua klub sama-sama membidik status penguasa benua musim ini. Titik temu mustahil terjadi.
Pada akhirnya, benturan ambisi Barcelona dan Real Madrid terus memanaskan panggung sepak bola Matador. Genderang perang resmi ditabuh kembali dari Catalunya. (BP/CHA).













