BANDUNG, Balipolitika.com- Puluhan ribu Bobotoh mengepung Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kamis (10/9) sore. Persib Bandung menyerap energi itu. Mereka siap meladeni Persija Jakarta.
Bentrokan klasik dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (12/9) petang. Partai panas pekan kedua.
Laga merujuk Regulasi Kompetisi BRI Super League Pasal 21 tentang Keamanan Pertandingan. Poin absolut jadi incaran.
Sorak-sorai membakar rumput lapangan. Pemain terlecut hebat.
Mental Maung Bandung melonjak drastis usai sesi latihan pamungkas disesaki pendukung. Mereka tak gentar bertamu. Tensi tinggi menanti di Senayan.
Dukungan publik Bandung dinilai kian masif dibanding musim kemarin. Gemuruhnya berlipat ganda.
Musim lalu luar biasa dan kali ini jauh lebih baik, tegas pelatih Persib Igor Tolic di Stadion GBLA.
Juru taktik Kroasia itu terpukau. Atmosfernya edan.
Tetapi ujian berat telah menghadang di depan mata. Macan Kemayoran bertekad menerkam tamunya. Persija tampil di depan Jakmania.
Rombongan skuad Maung Bandung segera bertolak menuju Jakarta pada Jumat (11/9). Misi mencuri kemenangan diusung.
Kami akan melakukan yang terbaik di sana, ujar Tolic berjanji.
Tekad bulat dipancangkan skuad. Bikin bangga Bobotoh.
Pertarungan bergengsi awal musim ini menuntut konsentrasi penuh. Lawan tak sudi memberi ampun. Sengit sejak menit awal.
Singkatnya armada Bandung membawa bekal moral berlipat. Mentalitas baja tertanam kuat.
Sebaliknya, jadwal padat langsung mencekik leher Pangeran Biru usai duel Senayan. Nafas pemain diuji habis-habisan.
Tiket penerbangan ke Korea Selatan sudah dipegang. Seoul FC menanti mereka. Laga lanjutan Grup E AFC Champions League Two 2026 segera bergulir.
Namun Tolic melarang anak asuhnya memikirkan partai Asia itu. Pikiran harus terfokus ke Jakarta. Jangan sampai buyar.
Beckham Putra dan kolega wajib fokus total mengamankan laga sarat gengsi. Konsentrasi mutlak dibutuhkan.
Setelah dari Jakarta kami terbang ke Korea, beber Tolic meluruskan rencana tim.
Target jangka pendek diprioritaskan. Menundukkan musuh bebuyutan.
Kami ingin membuat Bobotoh merasa bangga terlebih dahulu, imbuh arsitek berpaspor Kroasia itu. Kemenangan tandang harga mati.
Lagipula persaingan papan atas liga domestik menuntut konsistensi poin. Kalah berarti tertinggal.
Pertahanan baja wajib dipasang di ibu kota. Lengah sedikit tamat riwayatnya.
Selanjutnya ketajaman lini serang Maung Bandung bakal diuji tembok tebal lawan. Taktik jitu disiapkan matang.
Pada akhirnya ribuan energi dari GBLA diyakini menjadi senjata rahasia Persib meredam teror di markas Persija. Sembilan puluh menit penuh pembuktian. (BP/CHA).













