BANGLI, Balipolitika.com- Nasib nahas menimpa dua kakak beradik asal Banjar Cepunggung, Desa Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, Putu Pratama Yoga dan Kadek Sayoga. Keduanya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa saat menjadi penumpang kapal motor (KM) Virgo Transport 8 rute Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal ekspedisi muatan yang ditumpangi kedua pemuda tersebut diduga kuat mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di sekitar perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Hingga memasuki pekan kedua September 2026, jejak lambung kapal maupun keberadaan para awak dan penumpangnya belum dapat dipastikan, memicu rasa waswas mendalam bagi pihak sanak famili di Pulau Dewata.
Kerabat korban, Onna, menuturkan bahwa kedua saudaranya itu bertolak menyeberangi lautan demi mengantar pesanan sarana upacara keagamaan serta material bangunan tradisional khas Bali ke Pulau Borneo. Kegiatan niaga lintas pulau tersebut merupakan estafet usaha keluarga yang telah dirintis secara turun-temurun oleh orang tua mereka.
Keluarga membeberkan kontak seluler terakhir dengan korban terjadi pada 1 September 2026, tepat sesaat sebelum kapal barang tersebut melepas tali tambat dari dermaga pelabuhan asal di Surabaya.
“Kontak terakhir pas sebelum berangkat bilang mau titip muatan untuk balik atau tidak, karena biasa saya titip tikar dari beliau untuk jual di sini,” ujar Onna dengan nada cemas, Senin (14/9/2026).
Onna memaparkan, barang yang diangkut menggunakan armada ekspedisi laut itu sebagian besar berupa ornamen persembahyangan harian dan perlengkapan pura.
“Biasanya bawa dulang, genteng, alat-alat sembahyang gitu,” jelasnya menambahkan.
Ketiadaan kabar selama berhari-hari membuat pihak keluarga dan orang tua korban terpukul hebat. Rasa duka kian mendalam mengingat kedua korban telah membina rumah tangga dan menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan, sang adik, Kadek Sayoga, diketahui baru saja menggelar syukuran hari lahir buah hatinya sesaat sebelum berlayar.
“Dua saudara saya membawa muatan alat keagamaan yang akan dikirim ke Kalimantan, mereka memang biasa pulang pergi bawa barang ke sana karena sebelumnya ini usaha orang tua. Mereka berdua kakak beradik. Putu Pratama Yoga asal dari Bangli dan sudah menikah, lalu Kadek Sayoga asal dari Bangli sudah menikah dan baru punya anak, baru beberapa waktu lalu merayakan ulang tahun anak,” tutur Onna terisak seraya meminta masyarakat dan warganet ikut memviralkan informasi agar proses pencarian membuahkan titik terang.
Merespons potensi musibah maritim tersebut, operasi pencarian skala besar mulai digelar dengan melibatkan bala bantuan lintas wilayah. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan secara resmi mengerahkan kapal penyelamat modern KN SAR Wisanggeni menuju koordinat kecelakaan di perairan Banjarmasin pada Senin (14/9/2026) siang sekira pukul 14.40 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, membeberkan bahwa pergerakan armada laut ini merupakan respons atas permintaan perbanyakan personel dari Basarnas Banjarmasin guna menyisir rute pelayaran yang diduga menjadi kuburan bagi KM Virgo Transport 8.
“Siang hari ini kami memberangkatkan KN SAR Wisanggeni pada pukul 14.40 untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan,” tegas Dody saat memaparkan pengerahan armadanya.
Dody menuturkan, misi kemanusiaan tersebut mengangkut sedikitnya 29 personel terlatih, yang terdiri dari 10 tenaga penyelamat rescuer, 15 anak buah kapal (ABK), serta staf pendukung teknis. Guna mengantisipasi skenario terburuk bangkai kapal yang karam ke dasar samudra, kapal penyelamat ini disokong penuh oleh peralatan selam canggih di samping perangkat evakuasi permukaan.
“Kapal membawa personel serta peralatan SAR yang dapat digunakan untuk pencarian di permukaan air maupun penyelaman apabila nantinya dibutuhkan dalam operasi,” tandasnya.
Jarak tempuh operasi penyisiran ini dinilai cukup menantang lantaran membentang sejauh 280 mil laut (*nautical mile*) dari pangkalan Balikpapan, dengan estimasi pelayaran memakan waktu antara 15 hingga 18 jam pelayaran.
Setibanya di sektor perairan sasaran, seluruh pergerakan KN SAR Wisanggeni bakal melebur di bawah kendali komando Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin selaku koordinator misi SAR (*SAR Mission Coordinator*/SMC).
Otoritas pertolongan memastikan tidak ada iktikad buruk untuk membatasi durasi operasi dan siap memperpanjang masa pencarian mengikuti dinamika cuaca serta temuan serpihan kapal di lapangan. (BP/CHA).













