VIENTIANE, Balipolitika.com- Timnas Indonesia U-20 memastikan tiket putaran final Piala Asia U-20 2027 usai mengandaskan Australia dua gol tanpa balas. Laga pamungkas Grup H itu digelar di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, Minggu (6/9) petang WIB.
Kemenangan ini sah mengunci posisi puncak. Merujuk Regulasi Kompetisi AFC U-20 Asian Cup Pasal 7 tentang Penentuan Peringkat Kualifikasi, status juara grup berhak melenggang otomatis. Garuda Nusantara mengangkangi Australia, Malaysia, dan Laos.
Theodore Evan Leeming mencetak gol pembuka menit ke-28.
Gawang lawan kembali jebol. Menit ke-90+2 giliran sontekan Amar Brkic bersarang telak.
Skor akhir 2-0. Lawan mati kutu. Sebaliknya kubu seberang terpukul hebat. Status juara bertahan milik The Young Socceroos runtuh seketika di Vientiane.
Kekalahan memalukan itu menahan tim asuhan Trevor Morgan di urutan ketiga. Mereka cuma mengoleksi empat poin dari tiga laga.
Direktur Eksekutif Federasi Sepak Bola Australia Heather Garriock meradang atas hasil jeblok tersebut.
Kegagalan ini sangat mengecewakan dan berada di bawah standar harapan tim nasional usia muda kami, kata Garriock di Sydney.
Kami pernah mencicipi gelar juara Asia kategori ini, ujar Garriock menambahkan. Pihaknya memahami betul kemampuan pemain Australia di level internasional.
Tetapi kenyataan di atas rumput sintetis berkata lain. Australia justru terlempar keluar dari turnamen utama.
Langkah lawan terseok-seok sejak awal. Menang 2-0 atas Laos, ditahan seri Malaysia, lalu digilas Indonesia.
Singkatnya gawang skuad asuhan Nova Arianto sama sekali perawan sepanjang kualifikasi. Tiga pertandingan tuntas tanpa kebobolan satu gol pun. Rekor nirbobol sempurna.
Indonesia mengawali perjalanan grup dengan menahan imbang Malaysia tanpa gol.
Tuan rumah Laos berikutnya digulung 3-0 lewat sepasang gol Zahaby Gholy dan sebiji sumbangan Fabio Azkairawan. Mental bertanding makin membara.
Kini tiket putaran final resmi masuk saku.
Rombongan skuad Merah Putih dijadwalkan terbang pulang menuju Tanah Air pada Selasa (8/9) pagi.
Sebelum bertolak ke bandara, seluruh anggota kontingen menghadiri undangan jamuan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Laos.
Rencana kepulangan memang besok pagi, beber pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto di Vientiane.
Hari ini kami memenuhi undangan resmi pihak kedubes di Laos, tegas Nova.
Setibanya di Jakarta, para pilar muda langsung dibubarkan dari pemusatan latihan nasional.
Seluruh pemain akan langsung dikembalikan ke klub masing-masing, imbuh Nova merinci agenda lanjutan.
Selanjutnya Federasi Australia bersiap menggelar evaluasi total menyangkut performa tim usia dini mereka. Pembongkaran sistem bakal menyasar aspek ketersediaan pemain hingga lingkungan internal tim.
Kompetisi usia muda sejatinya bertujuan mencetak penggawa tim senior, pungkas Garriock membeberkan arah perbaikan.
Namun bersaing di Asia menuntut investasi besar dan kesiapan tempur tinggi, imbuhnya menegaskan.
Lagipula negara-negara tetangga terus melesat maju mengejar ketertinggalan pembinaan bakat muda. Persaingan kian ketat.
Dengan demikian keberhasilan memulangkan Australia menjadi sinyal bahaya bagi para calon lawan di panggung Asia mendatang.
Pada akhirnya perjuangan disiplin armada Nova Arianto sukses mengantarkan panji Merah Putih kembali bersaing di pentas elite kontinental. (BP/CHA).











