IMBAU: Gubernur Bali 2008-2018, Dr. Dr. Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. (Sumber: Google/Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Gubernur Bali periode 2008-2018, Dr. Dr. Drs. Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika, M.M., meminta warga masyarakat untuk tidak mudah terhasut ataupun terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berpotensi memecah belah bangsa, berharap warga mampu bijak dalam memilah informasi yang ramai berseliweran di Sosial Media (Sosmed) saat ini, dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.
Hal tersebut diungkapkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bali, disalah satu konten video pendek (reels) yang diunggah pemilik akun @aspirasibali saat dimintai komentarnya jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, lebih lanjut mengungkapkan keprihatinannya mengenai maraknya informasi negatif terkait isu-isu Ras, suku, agama dan antar golongan, yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat, sehingga ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam bersosial media.
“Saya meminta warga masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang bisa membawa kita ke arah perpecahan di tingkat Nasional khususnya. Masyarakat harus ingat, bahwa tidak mudah para pejuang kita dulu untuk membentuk negara kita, persatuan kita, sehingga hal ini yang perlu kita jaga dengan membentengi diri dari isu-isu negatif termasuk bijak dalam bermedia sosial,” paparnya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Selain itu, ia juga menekankan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan ditengah maraknya informasi yang berkembang. Menurutnya, sikap bijak, kritis dan tidak mudah terhasut menjadi kunci dalam menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terjadi saat ini.
“Jadi tolong masyarakat agar lebih mengutamakan persatuan, jangan gampang terhasut, apalagi oleh isu-isu sensitif soal Ras dan antar golongan. Jaga kerukunan yang sudah terjalin selama ini, termasuk di Bali,” tutupnya. (bp/gk)














