SALAH satu kegiatan dan terkadang menjadi hobi seseorang yang bisa menimbulkan pro dan kontra adalah memancing, orang yang melaksanakan kegiatan tersebut dinamakan pemancing. Bagi golongan yang pro memancing bisa dijadikan sebagai suatu refresing yang luar biasa, sehingga terkadang bagi mereka sakit apa pun akan hilang jika sudah memancing, bahkan bagi mereka memancing adalah sebuah hobi yang tidak bisa ditinggalkan. Dan tidak jarang bagi mereka yang pro sampai lupa waktu ketika melaksanakan hobinya tersebut. Bagi mereka yang pro memancing itu ibarat sebuah menu makanan wajib yang harus ada. Namun bagi mereka yang kontra memancing itu suatu perbuatan yang sia-sia, membuang-buang waktu. Ada sebagian pemikiran bagi yang kontra, untuk apa bersusah payah mencari ikan berpanas-panasan, menembus hutan dan bukit bahkan sampai jatuh bangun, lebih baik membeli saja di pasar.
Namun, terlepas dari pro dan kontra terhadap kegiatan memancing di atas ternyata ada juga yang dapat dipelajari dari para pemancing. Setidaknya ada 4 filosofi hidup dari pemancing yang dapat kita ambil pelajarannya. Filosofi tersebut adalah mengajarkan kesabaran, mengajarkan fokus dan konsentrasi, ketekunan, dan menghargai suatu proses.
Mengajarkan Kesabaran
Berbicara masalah kesabaran tentunya tidak asing lagi bagi para pemancing, terutama ketika menunggu umpan disambar ikan. Kadang butuh waktu berjam-jam baru mendapatkan ikan bahkan terkadang sampai hendak pulang pun pemancing tidak mendapatkan ikan. Kesabaran ini dalam diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu melatih mental agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi situasi hidup yang lambat atau sulit.
Sabar sendiri menurut kamus Besar bahasa Indonesia berarti tahan menghadapi cobaan atau tidak mudah putus asa dan marah. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap tenang sambil mencari jalan keluar yang baik. Dalam agama pun sabar merupakan suatu sifat yang sangat terpuji. Selain itu, kesabaran juga melatih seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Ketika seseorang mampu bersabar, ia tidak mudah terbawa emosi, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, dan mampu melihat hikmah di balik setiap kejadian. Hal ini tentu sangat penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam hubungan dengan Allah Swt.
Apalagi di era modern yang serba cepat ini, kesabaran sering kali menjadi sesuatu yang sulit dipraktikkan. Banyak orang ingin segala sesuatu berjalan instan tanpa proses. Padahal, dalam Islam diajarkan bahwa setiap hasil yang baik membutuhkan usaha dan kesabaran yang konsisten. Dengan demikian, kesabaran bukan hanya sekadar sikap, tetapi merupakan kunci keberhasilan dan kebahagiaan. Dengan sabar seseorang akan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan hidup.
Mengajarkan Fokus dan Konsentrasi
Fokus dan konsentrasi bukan hanya filosofi bagi pemancing, tetapi juga menjadi salah satu syarat agar sukses dalam aktivitas memancingnya. Pemancing harus jeli mengamati gerakan air dan senar jorannya. Jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari fokus dan konsentrasi ini mencerminkan pentingnya kewaspadaan dalam mengambil keputusan. Arti lainnya adalah hal tersebut mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa, hal ini selaras dengan sebuah ungkapan jangan membuat keputusan saat sedang marah.
Makna dari “jangan membuat keputusan saat sedang marah” sendiri adalah bahwa emosi negatif mengaburkan logika dan penilaian rasional, sehingga tindakan atau pilihan yang diambil berisiko tinggi salah dan disesali kemudian hari. Alasannya logika tertutup emosi Saat marah, bagian otak yang mengatur emosi (amigdala) bekerja lebih dominan daripada bagian otak yang berpikir jernih (korteks prefrontal), kemudian akan menimbulkan Keputusan impulsive yaitu pilihan yang diambil cenderung tergesa-gesa, ekstrem, atau hanya demi melampiaskan rasa sakit dan ego sesaat, serta berpotensi menimbulkan penyesalan karena hasil dari keputusan tersebut sering kali merusak hubungan, karier, atau diri sendiri dalam jangka panjang.
Mengajarkan Ketekunan
Setidaknya ada 3 bagian dari ketekunan seorang pemancing. Pertama, menghadapi ketidakpastian karena memancing mengajarkan bahwa tidak ada jaminan ikan akan langsung menyambar umpan. Proses menunggu ini melatih mental agar tetap tenang dalam situasi apa pun. Ketenangan mental adalah kondisi ketika pikiran dan emosi berada dalam keadaan stabil, damai, serta bebas dari kecemasan atau stres berlebihan, sehingga seseorang mampu merespons tekanan hidup dengan kepala jernih.
Kedua, fokus dan pengendalian diri karena seorang pemancing harus terus memantau gerakan joran dan posisi umpan dengan penuh konsentrasi. Ketiga, pantang menyerah, karena seorang pemancing harus menjadikan kegagalan berkali-kali saat umpan tak kunjung dimakan ikan sebagai salah satu tantangan sehingga tidak membuat pemancing langsung putus asa. Hal ini dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari bahwa kegagalan adalah guru yang berharga, sehingga jika kita gagal dalam suatu usaha atau rencana jangan sampai putus asa, kita harus tetap bangkit dan kembali mencoba. Ingat sebuah pepatah mengatakan bahwa banyak jalan menuju Roma. Kalau kita yakin pasti apa yang kita cita-citakan akan terkabul.
Menghargai Proses
Bagi seorang pemancing proses di atas hasil, karena tidak ada jaminan pasti mendapat ikan. sehingga kegiatan ini mengajarkan bahwa ikhtiar dan proses jauh lebih berharga daripada sekadar hasil akhir. Para pemancing mempunyai keyakinan sendiri bahwa hasil tidak akan menghianati usaha. Jadi di dalam diri seorang pemancing jika sudah berusaha dengan serius dan maksimal ada harapan akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun walaupun sudah berusaha dengan gigih tetap tidak mendapatkan hasil, mereka akan tetap berbaik sangka.
Filosofi ini sangat positif jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bermakna setiap kerja keras, keringat, dan kesungguhan yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil yang sepadan. Makna lainnya adalah kita akan mampu menghargai proses bahwa tidak ada usaha atau proses baik yang sia-sia. Selanjutnya kita akan yakin bahwa ada korelasi usaha dan hasil, yaitu semakin giat dan maksimal seseorang berusaha, maka kualitas pencapaian atau hasil akhir yang didapat umumnya akan semakin baik. Serta akan tumbuh motivasi dalam diri kita. Motivasi ini dapat digunakan untuk mendorong seseorang agar tetap tekun, tidak mudah menyerah, dan fokus memberikan yang terbaik dalam menghadapi tantangan.
Itulah beberapa filosofi para pemancing yang dapat dipelajari dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
*penulis adalah Kepala MTs Al-Hidayah Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung.












