DENPASAR, Balipolitika.com– Kondisi psikologis masyarakat pulau yang katanya “surga” sedang tidak baik-baik saja.
Buktinya, sederet kasus “ulah pati” seolah tak terbendung dan berturut-turut terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Belum habis air mata untuk kasus yang dialami mahasiswa Semester VII Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Udayana (Unud), terbaru seorang siswa kelas 3 SMP di Denpasar melakukan hal serupa.
Hal itu diketahui dari chat yang beredar di internal sekolah yang sampai pada Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan pejabat teras lainnya.
“Mohon izin pimpinan, Bapak Wali, Wakil, Sekda dan Bu Camat, hari ini (Kamis, 16 Oktober 2025,red) telah terjadi kasus bunuh diri anak laki-laki kelas 3, SMPN X Denpasar. TKP di rumah sendiri ditemukan oleh saudara tergantung di pohon belakang rumah, meninggalkan 2 surat wasiat untuk orang tua dan teman-temannya. Di Jalan XXX Gang II No. 1, Lingkungan XXX Dangin Puri. Pihak keluarga dibantu Kaling XXX sudah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan visum dan sudah mengikhlaskan untuk selanjutnya tidak menuntut di kemudian hari,” demikian bunyi pesan WhatsApp tersebut.
Informasi di lapangan, kasus ulah pati ini terjadi diduga karena adanya ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
Sehari sebelumnya, pada Rabu, 15 Oktober 2025, seorang mahasiswa Semester VII Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Udayana (Unud) juga mengakhiri hidup di tempatnya menimba ilmu.
Almarhum dikremasi di Krematorium MPUK Mumbul, Jumat, 17 Oktober 2025 pukul 14.00 Wita. (bp/tim)











