SALURKAN: Agenda Berbuat Dan Berbagi, THE OCTAF GRUL dan Semeton MSP, dengan membagikan sembako di Kubusalya dan Banjar Haa pada Hari Minggu tanggal, 12 Juli 2026.
BANGLI, Balipolitika.com – Agenda Berbuat Dan Berbagi, THE OCTAF GRUL dan Semeton MSP, dengan membagikan sembako di Kubusalya dan Banjar Haa pada Hari Minggu tanggal, 12 Juli 2026, ternyata menemukan cerita dari perjuangan masyarakat Kubusalya dalam membangun Pura Bale Agungnya yang terkena musibah.
Pada kesempatan tersebut, Semeton MSP kembali mengagendakan Kegiatan Berbuat dan Berbagi dengan menggandeng THE OCTAF GRUP sebuah perusahaan yang bergerak di bidang villa dan properti.
Berbuat dan berbagi tersebut ditujukan kepada masyarakat lansia miskin dan anak yatim yang ada di Banjar Kubusalya, Desa Sukawana, Kintamani dan Banjar Angansari atau Banjar Haa di Desa Kutuh Kintamani, yang kedua daerah itu berada di Kabupaten Bangli.
Agenda pertama diadakan di Banjar kubusalya yang membagikan sekitar 25 paket sembako, walaupun agenda terlambat sekitar 30 menit namun masyarakat sangat antusias menunggu di Balai Banjar,.dengan sambutan Jro Bendesa Desa Adat Kubusalya I Wayan Cana dan Kepala Dusun I Gede Lanus yang menyambut kedatangan THE OCTAF GROUP dan Semeton MSP.
Setelah dari Banjar Kubusalya, Tim yang diketuai I Made Somya Putra, S.H, M.H yang juga seorang Advokat tersebut, bergerak menuju Banjar Angansari, Desa kutuh di mana sudah menunggu sekitar 25 Lansia Miskin untuk menerima paket sembako yang dibantu oleh Kepala Dusun Angansari Jero Bagi
Bendesa Adat Kubusalya I Wayan Cana dan Kepala Dusun Angansari Jro Bagi menyambut baik acara berbuat dan berbagi yang diadakan oleh Semeton MSP yang kali ini menggandeng THE OCTAF GROUP, tidak sedikit dari para lansia yang menerima paket sembako mendoakan agar THE OCTAF GROUP dan Semeton MSP sehat selalu dan murah rezeki agar nantinya dapat berbuat dan berbagi kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam perjalanannya ada hal yang menarik ditemui yaitu Pura Bale Agung Besa adat kubu saliah sebelumnya mengalami musibah terkena angin puting beliung dan bangunannya rata sehingga masyarakat dengan cara urunan dan gotong royong membangun kembali Pura yang terkena musibah sebelumnya. Sekitar bulan September 2026 kedepan, Desa Adat Kubusalya akan mengadakan upacara melaspas dan ngenteg linggih namun Desa Adat Kubusalia belum memiliki dana yang cukup untuk mengadakan upacara tersebut sehingga meminta bantuan berupa Punia ataupun sumbangan kepada masyarakat ataupun kepada pemerintah agar dapat melaksanakan upacara melaspas dan ngenteg linggih tersebut.
“Kami dari desa adat Kubusalya mengharapkan bantuan dari siapapun untuk membantu kami berupa funil dalam upacara melaspas dan ngenteg linggih Pura Bale Agung kami” ujar I Wayang Cana Bendesa Desa Adat Kubusalya. (bp/tim)













