BALI, Balipolitika.com – Muncul berbagai video mendiang mahasiswa yang nekat ulah pati di akun media sosial, khususnya tatkala ia sedang dalam masa MPLS sebagai mahasiswa baru.
Banyak komentar positif untuk mendiang, netizen mengatakan mendiang tampak seperti seseorang yang baik dan apa adanya.
Namun di sisi lain, netizen juga memberikan komentar pedas, pada mahasiswa yang merundung alias membully korban bahkan setelah ia meninggal dunia.
Timothy Anugerah Saputra, adalah nama mahasiswa yang melompat dari lantai 4 gedung FISIP, Universitas Udayana pada 16 Oktober 2025.
Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini pun membuat geger mahasiswa di TKP, dan juga masyarakat Bali. Sebab Timothy benar-benar nekat ulah pati di kampus dengan cara mengenaskan.
Tak sampai di sana, kasus ulah pati ini berlanjut menjadi kasus perundungan alias bullying. Ada 6 mahasiswa yang dengan cepat nama dan foto mereka tersebar di medsos lalu kini menjadi bulan-bulanan netizen.
Parahnya, ada yang menyamakan foto saat korban jatuh dari Gedung FISIP dengan selebgram Kekeyi. Tak hanya itu, satu di antara enam mahasiswa tersebut memberikan kalimat sindiran.
Keenam mahasiswa itu, adalah Leonardo Jonathan Handika Putra, mahasiswa sekaligus Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana angkatan 2022.
Maria Victoria Viyata Mayos mahasiswa FISIP angkatan 2023, sekaligus Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.
Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama, mahasiswa FISIP Unud sekaligus Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis dan Pendidikan Himapol FISIP Unud.
Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana, mahasiswa FISIP 2025 sekaligus Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.
Vito Simanungkalit, mahasiswa FISIP Unud 2025 sekaligus Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.
Putu Ryan Abel Perdana Tirta, mahasiswa FISIP angkatan 2023 sekaligus Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Udayana.
Keenam mahasiswa tersebut kemudian meminta maaf di media sosial. Pernyataan permintaan maaf dari keenam mahasiswa ini pun mendapatkan berbagai macam reaksi dari netizen, dan beberapa menilai sanksi pengurangan nilai soft skill dari Unud sangat meringankan pelaku perundungan.
Sementara itu, pihak Unud menanggapi beredarnya informasi dan tangkapan layar percakapan di media sosial terkait dugaan ucapan tak berempati terhadap mendiang.
Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani, mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi FISIP bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi, dan mahasiswa yang terlibat dalam percakapan di media sosial.
Bahwa isi percakapan tersebut terjadi setelah almarhum meninggal dunia, bukan sebelum peristiwa yang menimpa almarhum. “Dengan demikian, ucapan nir empati yang beredar di media sosial tidak berkaitan atau menjadi penyebab almarhum menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP,” jelasnya, Jumat (17/10).
Hasil rapat tersebut akan terus kepada Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unud untuk penyelidikan dan penanganan lebih lanjut, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dewi mengatakan, untuk pendalaman kasus kekerasan akan berdasarkan Permendikbudristek 55 tahun 2024. “Adalah tugas dan wewenang dari Satgas PPK-Unud dan mekanismenya ada di satgas. Umumnya pemeriksaan secara tertutup pada pihak-pihak terkait sesuai amanat permendikbudristek,” jelasnya.
Sementara untuk beberapa mahasiswa yang melakukan perundungan kepada korban usai meninggal dunia, akan rekomendasi untuk memberikan nilai D atau tidak lulus pada semua mata kuliah semester berjalan.
“Dari fakultas kemarin telah merekomendasi Prodi untuk memberikan nilai D (tidak lulus) pada semua mata kuliah semester berjalan, karena soft skill merupakan salah satu komponen penilaian dalam perkuliahan. Tapi sanksi akhir nanti akan berdasarkan rekomendasi Satgas PPK setelah pendalaman kasus oleh Satgas,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum.
“Kami sangat berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Universitas Udayana turut merasakan kesedihan yang mendalam bersama keluarga dan seluruh civitas akademika,” kata dia. (BP/OKA)













