AWALI: Pameran tunggal karya seniman kontemporer asal Turki, Halime Türkyılmaz, Art Xchange Gallery Bali, 29 Juli – 12 Agustus 2026. (Kolase: Gung Kris)
BADUNG, Balipolitika.com – Selalu dikenal sebagai tempat para seniman menuangkan ide-ide briliannya, kali ini Art Xchange Gallery (Bali) berkolaborasi dengan McArt.ist (Istanbul) mempersembahkan “The Heart of the Land”, sebuah pameran tunggal karya seniman kontemporer asal Turki, Halime Türkyılmaz, yang akan berlangsung di Art Xchange Gallery, Jl. Bantan Kangin, Gang Mangga VIII, Tibubeneng, Canggu, mulai 29 Juli-12 Agustus 2026.
Dalam kesempatannya, Benny Oentoro selaku Owner Art Xchange Gallery mengatakan, “The Heart of the Land” bukan sekadar pameran biasa, pameran ini menandai dimulainya kolaborasi internasional jangka panjang yang didedikasikan untuk memperkuat dialog budaya, mendukung seniman pendatang baru maupun yang telah mapan, serta menciptakan peluang baru bagi pertukaran artistik antar wilayah di dunia.
“Pameran ini juga menjadi inisiatif pratinjau penting menuju ajang McArt Awards 2026 mendatang, sebuah platform internasional yang dirancang untuk mempertemukan seniman, kurator, galeri, kolektor, dan institusi budaya dari seluruh dunia,” ungkapnya.
“The Heart of the Land” mengeksplorasi tema-tema seputar ingatan, alam, rasa memiliki, dan lanskap emosional yang menghubungkan manusia dengan suatu tempat. Melalui pameran ini, pihaknya berharap para pecinta seni di Bali akan merasakan perspektif artistik kontemporer yang berbeda dari Turki, sembari merayakan bahasa seni yang universal.
“Jadi ini bukan sekadar pameran yang berdiri sendiri, kolaborasi ini merupakan langkah awal dalam membangun jembatan budaya berkelanjutan antara Bali, Turki, dan komunitas seni kontemporer internasional,” lanjutnya.
Art Xchange Gallery dan McArt.ist memiliki visi yang sama, yakni menciptakan kolaborasi internasional yang bermakna, di mana kreativitas, pertukaran budaya, dan dialog artistik dapat berkembang melampaui batas-batas geografis.
“Karena setiap perjalanan yang bermakna selalu dimulai dengan percakapan pertama,” singkatnya.
Pameran ini mengajak pengunjung tidak hanya untuk menikmati karya seorang seniman, tetapi juga untuk menyaksikan awal mula kemitraan budaya internasional yang baru. (bp/gk)










