BADUNG, Balipolitika.com– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, S.H., M.H. berpartisipasi memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) tahun 2026 dipusatkan di kawasan Pantai Kelan, Badung, Jumat, 27 Maret 2026.
Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem pesisir diwujudkan melalui aksi gotong-royong bersih-bersih alias korve.
Kegiatan diawali dengan apel peringatan Hari Air Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Badung yang berlangsung khidmat.
Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air serta meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap isu lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan korvei atau aksi kebersihan lingkungan di sepanjang Pantai Kelan.
Para peserta secara gotong-royong membersihkan sampah plastik dan limbah lainnya yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Aksi ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Anom Gumanti menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia 2026 tidak sekadar seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
“Hari Air Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Melalui kegiatan korve ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama kawasan pesisir yang sangat rentan terhadap pencemaran,” katanya.
DPRD Badung tegas Anom Gumanti mendukung penuh berbagai program pelestarian lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat.
“Pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan ekosistem pesisir tetap terjaga bagi generasi mendatang,” tambah politisi PDI Perjuangan Dapil Kuta itu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, serta Anggota DPRD Badung Yunita Oktarini.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan jajaran OPD terkait, unsur TNI/Polri, pelajar, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat, sehingga kelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Badung dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.
Di sisi lain, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta juga menyerahkan secara simbolis bantuan 30 unit tong komposter kepada para Lurah se-Kecamatan Kuta.
Bantuan ini merupakan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) CSR dari RS Kasih Ibu sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat sumber.
Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dan inklusif.
“Persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika kita hanya berfokus pada pembersihan di hilir. Oleh karena itu, mulai 1 April 2026, tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.
Bagus Alit Sucipta menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Camat, Perbekel/Lurah hingga Bendesa Adat se-Badung untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber. (bp/ken)













