BANDUNG, Balipolitika.com- Manila Digger menantang Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan regulasi resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), laga play-off berformat single match. Duel penentuan tiket babak utama AFC Champions League Two itu digelar Senin (31/8).
Pemenang laga langsung lolos. Pertarungan hidup mati.
Persiapan panjang sudah ditempuh wakil Filipina tersebut. Pasukan tamu menggelar pemusatan latihan selama tujuh pekan penuh demi mematangkan taktik permainan.
Nama besar Maung Bandung sama sekali tak menciutkan nyali anak asuhnya. Esteva melihat partai tandang ini sebagai panggung emas pembuktian kualitas di level internasional.
“Persib adalah tim yang sangat kuat dengan pemain-pemain besar,” kata Esteva. Ini tantangan nyata.
Nakhoda asal Spanyol itu memastikan timnya datang membawa motivasi tinggi. “Tapi kami menghadapi laga ini tanpa rasa takut,” imbuh Esteva penuh keyakinan.
Mentalitas baja disiapkan. Berjuang sampai peluit akhir.
Tetapi ketiadaan suporter tuan rumah di tribune memberi angin segar tersendiri bagi kubu lawan. Pertandingan resmi diputuskan digelar tanpa kehadiran penonton.
Tekanan psikologis otomatis menyusut drastis. Beban teror mental berkurang.
“Secara jujur, bertanding tanpa penonton mungkin sedikit menguntungkan bagi kami,” beber Esteva.
Ia mengakui militansi luar biasa dari pendukung setia tuan rumah. Fanatisme Bobotoh sangat terkenal.
Sebaliknya Esteva tetap menyayangkan atmosfer tribune yang bakal sunyi senyap sepanjang laga. Padahal para penggawa mudanya sangat ingin mencicipi riuhnya sambutan suporter di tanah Pasundan.
“Namun, kami sebenarnya ingin bertanding dengan kehadiran fans,” tutur juru taktik Manila Digger itu.
Pengalaman berharga terlewatkan. Regulasi tetap dipatuhi.
“Sayangnya laga tanpa penonton, tetapi kami siap menghadapinya,” tegas Esteva kepada media.
Lagipula format laga tunggal menuntut konsentrasi pertahanan ekstra ketat sejak detik awal. Tidak ada kesempatan kedua untuk membalas kesalahan di kandang sendiri.
Skema serangan balik cepat dipoles matang guna mengejutkan barisan belakang tim tuan rumah. Disiplin posisi mutlak dijaga rapi.
Dengan demikian duel di Soreang bakal menyajikan adu taktik yang sangat menegangkan. Persib memburu hegemoni Asia. Manila Digger mengejar kejutan besar.
Kelengahan kecil di area terlarang dipastikan berakibat fatal bagi ambisi kedua kesebelasan. Konsentrasi penuh harga mati.
Selanjutnya kesiapan fisik pemain menjadi kunci utama dalam meredam agresivitas lawan selama 90 menit. Lini tengah diprediksi menjadi medan pertempuran paling sengit.
“Kami datang ke Bandung dengan kepercayaan diri tinggi untuk menang,” pungkas Esteva.
Target tiket utama dicanangkan. Wakil Filipina siap membuat kejutan.
Singkatnya modal gemblengan fisik tujuh pekan menjadi modal berharga Manila Digger meredam Maung Bandung. Adu ketahanan fisik tak terhindarkan lagi di lapangan hijau.
Pada akhirnya efektivitas eksekusi peluang di mulut gawang yang akan menentukan siapa pemilik tiket fase grup. Panggung kompetisi kasta kedua Asia sudah menanti. Wasit segera meniup peluit kick-off. (BP/CHA).














