MADRID, Balipolitika.com- Pelatih Jose Mourinho mematenkan peran Federico Valverde di Santiago Bernabeu. Sesuai regulasi taktik La Liga 2026/2027, sang kapten diplot sebagai deep-lying midfielder.
Lini tengah Madrid kian seimbang. Peran anyar langsung paten.
Pemain asal Uruguay itu sebelumnya terkenal sebagai sosok serbabisa. Ia kerap digeser menjadi bek sayap, gelandang serang, bahkan pemain sayap. Fleksibilitasnya tinggi sekali.
Tetapi Mourinho memilih memutus kebiasaan bongkar pasang posisi tersebut.
“Mourinho ingin Valverde beroperasi konsisten dari area dalam,” beber laporan harian MARCA.
Langkah taktis diambil. Sang gelandang dipasangkan bersama rekrutan anyar Bernardo Silva.
Duet double pivot ini menyegel tempat utama sejak awal kompetisi resmi. Tanggung jawab besar dipikul. Mereka menjadi pemutus serangan lawan sekaligus inisiator distribusi bola.
Kombinasi keduanya berjalan sangat mulus di lapangan. Pertahanan Los Blancos makin kokoh.
Valverde membuktikan kapasitasnya secara konkret saat bersua Real Sociedad. Tiga aksi bertahan dan dua ball recovery dibukukannya. Ia tak pernah dilewati lawan via dribel.
Ia juga menyapu bersih dua duel perebutan bola. Akurasi operannya menyentuh 93 persen. Angka fantastis.
Sebaliknya naluri menyerang sang kapten tetap meledak dari lini kedua. Valverde membidani satu assist matang bagi Kylian Mbappe. Dua tembakan tepat sasaran ikut dilesakkannya.
“Kontribusinya menjaga kedalaman lini sentral luar biasa efektif,” kata sumber internal klub.
Lagipula melimpahnya stok bek sayap kanan anyar memudahkan rencana Mourinho. Valverde tidak perlu lagi ditambal ke sektor sayap. Fokusnya terkunci di tengah.
Kebugaran fisik prima sang kapten menjadi modal utama menjalankan peran berat tersebut. Daya jelajahnya luas.
Namun ujian sesungguhnya segera tiba di ruang ganti Valdebebas. Aurelien Tchouameni dilaporkan pulih dari cedera otot. Gelandang Prancis itu siap merumput lagi.
Persaingan posisi pivot bakal memanas hebat. Jam terbang diperebutkan.
Dengan demikian kembalinya Tchouameni bakal menguji konsistensi taktik racikan The Special One. Apakah Valverde tetap dipertahankan mendampingi Bernardo Silva di poros ganda. Keputusan besar menanti.
Pelatih kawakan asal Portugal itu dituntut cermat membagi menit bertanding skuad bintangnya. Menjaga keharmonisan tim jadi kunci.
“Semua keputusan bermain berpatokan pada kebutuhan taktik tim,” tegas staf kepelatihan tim.
Selanjutnya ketangguhan lini sentral Madrid bakal diuji pada jadwal padat kompetisi domestik. Valverde dituntut konsisten menjaga tempo permainan. Tanpa cela.
Singkatnya transformasi peran Valverde menjadi deep-lying midfielder sukses mengangkat performa Los Merengues. Mobilitas tinggi dan disiplin bertahannya menjadi senjata mematikan.
Pada akhirnya pilihan Mourinho di lini tengah yang akan menentukan perburuan gelar juara. Persaingan ketat menanti. Armada Madrid siap tempur. (BP/CHA).














