COMO, Balipolitika.com- Klub milik pengusaha Indonesia Como 1907 resmi mencatatkan debut di panggung Liga Champions. Sesuai regulasi kompetisi elite UEFA, putaran utama bergulir serentak mulai 8 September nanti.
Prestasi bersejarah tercipta. Klub Italia ini siap tempur. Format anyar kompetisi memasuki edisi ketiga di Nyon. Perubahan sistem membuka jalan lebar bagi klub kuda hitam merasakan atmosfer panggung tertinggi benua biru.
Empat kesebelasan tercatat perdana merasakan panggung bergengsi ini. Como 1907 memimpin rombongan tersebut. Tiga nama lain adalah LASK, Sabah FK, serta Viking FK.
Klub milik taipan Indonesia itu melenggang mulus tanpa babak penyisihan. Tiket langsung dikantongi dari jalur liga domestik.
Como finis pada tangga keempat klasemen akhir Serie A Italia musim lalu. Pencapaian luar biasa.
Sebaliknya tiga tim debutan lain dipaksa berkeringat menempuh jalur kualifikasi yang melelahkan. Perjuangan hidup mati dilalui.
Sabah FK mengunci tiket putaran final usai menyingkirkan wakil Israel Hapoel Be’er Sheva. Juara Liga Azerbaijan musim lalu itu menang agregat ketat 6-4 di play-off.
Tetapi kejutan terbesar justru dihadirkan oleh LASK di babak kualifikasi akhir. Jawara Liga Austria musim 2025/2026 tersebut menumbangkan raksasa Skotlandia Celtic dengan agregat dramatis 5-4.
Laskar Austria membungkam publik Glasgow. Tiket fase grup disegel.
Nasib serupa dirasakan kampiun Liga Norwegia Viking FK di babak penentuan. Wakil Skandinavia itu sukses memulangkan tim unggulan Kroasia Dinamo Zagreb lewat agregat 5-3.
“Persaingan musim ini sangat terbuka bagi tim debutan,” kata pengamat sepak bola UEFA.
Lagipula sorotan publik tanah air dipastikan tertuju penuh kepada kiprah I Lariani. Keberhasilan klub milik keluarga Djarum tersebut menembus Liga Champions menjadi tonggak sejarah baru.
Investasi terencana berbuah manis. Skuad racikan pelatih dipoles kian matang.
Manajemen klub langsung mempersiapkan infrastruktur tim demi memenuhi standar ketat regulasi otoritas sepak bola Eropa. Tanpa kompromi administrasi.
Dengan demikian Como 1907 resmi membawa nama korporasi Indonesia bersaing melawan raksasa Eropa. Panggung elite siap dijelajahi. Mentalitas bertanding jadi penentu.
Selanjutnya undian fase liga bakal menentukan deretan lawan berat yang dihadapi para kontestan anyar. Tantangan fisik menanti. Kebugaran pemain wajib berada di level tertinggi.
“Kami tidak gentar menghadapi nama besar lawan,” pungkas sumber internal manajemen tim.
Singkatnya kehadiran empat debutan menyuntikkan warna baru dalam peta persaingan piala bertelinga besar musim 2026/2027. Dominasi klub tradisional mulai digoyang oleh kekuatan baru.
Pada akhirnya kerja keras Como membuktikan efektivitas kepemilikan saham dari investor tanah air di kancah internasional. Kick-off perdana September dinanti jutaan pasang mata. Sejarah baru dimulai. (BP/CHA).













