Balipolitika.com- Espanyol menjamu Real Madrid pada pekan kedua La Liga di RCDE Stadium, Barcelona. Sesuai jadwal resmi operator kompetisi, duel bergulir Minggu (23/8) dini hari pukul 02.30 WIB. Siaran langsung dapat disaksikan melalui saluran beIN SPORTS serta live streaming platform Vidio.
Tuan rumah datang membawa modal kemenangan besar. Tiga poin diamankan.
Klub asal Catalunya tersebut melibas Levante tiga gol tanpa balas pekan lalu. Penyerang Roberto Fernandez tampil trengginas lewat torehan sepasang gol apik. Naluri golnya kembali diuji.
Tetapi ujian berat menghadang langkah tuan rumah di depan publik sendiri. Pelatih Manolo Gonzalez masih kehilangan dua pilar utama akibat cedera. Javi Puado dan Kike Garcia dipastikan absen.
Sebaliknya, kubu tamu memulai era anyar di bawah komando Jose Mourinho. Mandat besar dipikul sang juru taktik kawakan. Konsistensi Los Blancos wajib dipulihkan segera.
Madrid bergerak agresif merombak komposisi tim di bursa transfer pemain. Manajemen memboyong enam nama anyar ke Santiago Bernabeu. Pintu masuk disesaki bintang top Eropa.
Ibrahima Konate dan Marc Cucurella didatangkan memperkuat sektor pertahanan. Bernardo Silva mendarat mengontrol lini tengah. Yan Diomande, Denzel Dumfries, serta Carlos Espi ikut bergabung.
Kedalaman skuad makin mewah. Skuad elite tercipta.
“Kami datang membidik poin penuh di setiap lawatan,” tegas Mourinho jelang keberangkatan.
Manolo Gonzalez diprediksi memasang pola 4-4-1-1 demi meredam agresivitas lawan. Marko Dmitrovic berdiri mengawal gawang tuan rumah. Benteng pertahanan dipimpin Unai Nunez bersama Riede.
Omar El Hilali dan Roger Hinojo menyisir pos bek sayap. Barisan tengah dihuni Alex Calatrava, Edu Exposito, Urko Gonzalez, serta Dolan. Javi Hernandez menyokong Roberto Fernandez.
Lagipula tim tamu dipastikan turun dengan kekuatan penuh sejak menit pertama. Pola menyerang 4-2-3-1 jadi andalan utama Mourinho. Thibaut Courtois tetap menjadi tembok terakhir.
Trent Alexander-Arnold mengisi pos bek kanan mendampingi Konate dan Dean Huijsen. Sisi kiri dipercayakan kepada Cucurella. Double pivot diisi Federico Valverde dan Bernardo Silva.
Daya gedor Madrid sangat mematikan. Empat pilar ofensif diturunkan bersamaan.
Diomande, Jude Bellingham, serta Vinicius Junior bergerak menyokong Kylian Mbappe di lini terdepan. Ruang gerak lawan dijamin terkunci rapat. Skema serangan kilat siap diperagakan.
Dengan demikian jurang perbedaan materi pemain kedua kubu tampak cukup mencolok. Madrid unggul pengalaman dan kualitas individu pemain. Namun kejutan kerap lahir di RCDE Stadium.
Tekanan suporter militan tuan rumah bisa merusak konsentrasi bertanding sang raksasa ibu kota. Lengah sedikit berakibat fatal. Espanyol siap memanfaatkan celah serangan balik.
“Intensitas tinggi menjadi senjata kami,” imbuh Gonzalez optimis di ruang media.
Singkatnya bentrokan sengit diprediksi berlangsung dalam tempo cepat sejak wasit meniup peluit pertama. Espanyol bertekad menjaga rekor kemenangan kandang. Madrid pantang terpeleset di awal musim.
Pada akhirnya kematangan penyelesaian akhir barisan bintang tamu diprediksi menjadi pembeda hasil akhir. Laga diperkirakan berkesudahan dengan skor tipis 1-2 untuk kemenangan Real Madrid. (BP/CHA).














