ATLANTA, Balipolitika.com– Sassuolo takluk 1-2 di markas Atalanta pada pekan pembuka Serie A di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Bergamo. Sesuai regulasi kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, duel bergulir Senin (24/8) dini hari WIB.
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes tidak dimainkan pelatih Alberto Aquilani. Duduk manis di bangku cadangan.
Laga baru berumur enam menit, jala Sassuolo langsung bergetar. Barisan pertahanan lengah total. Giacomo Raspadori dengan mudah menyontek bola masuk ke gawang.
Tertinggal cepat bikin panik. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Sepuluh menit usai jeda babak kedua, Cas Odenthal menyamakan kedudukan lewat kemelut situasi bola mati. Skor imbang 1-1.
Tetapi gawang tim tamu kembali jebol pada menit ke-65. Nikola Krstovic mencatatkan namanya di papan skor lewat sontekan terarah. Kedudukan 2-1 terkunci rapat hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan pahit di laga pembuka. Poin melayang.
Idzes sengaja dikesampingkan Aquilani lantaran baru pulih dari cedera masa pramusim. Fisiknya belum bugar seratus persen.
Bek tengah 26 tahun itu sebenarnya tidak dibekap masalah cedera parah. Ia bahkan sudah melahap menu latihan reguler bersama tim utama.
Namun Aquilani enggan berjudi dengan kondisi aset lini belakangnya. “Memaksakan pemain belum pulih berisiko fatal,” ujar sumber staf kepelatihan tim di Bergamo.
Sebaliknya situasi serupa pernah menimpa sang pemain bertahan pada awal musim lalu. Idzes sempat ditepikan pada partai pekan pertama saat baru diboyong dari Venezia. Ia baru dipercaya merumput pada laga pekan kedua kompetisi.
Dejavu terulang lagi. Menunggu waktu main.
Lagipula rotasi pemain di lini belakang memang sangat krusial mengarungi ketatnya Serie A. Pelatih butuh kepastian kebugaran mutlak sebelum menurunkan pilar utama ke arena pertandingan. Tanpa kompromi fisik.
Aquilani memilih bersabar mematangkan kondisi Idzes ketimbang mengambil risiko cedera kambuhan. Jadwal kompetisi masih terbentang sangat panjang di depan mata.
“Kami menjaga kebugaran pemain untuk jangka panjang,” pungkas ofisial klub.
Dengan demikian kekalahan di markas La Dea menjadi sinyal evaluasi penting bagi sektor pertahanan Neroverdi. Lubang di barisan belakang terlihat jelas saat ditekan lawan secara bertubi-tubi. Rapuh sekali.
Selanjutnya Idzes diproyeksikan segera melakoni debut musim ini pada laga pekan kedua mendatang. Jam terbang sang kapten sangat dinanti publik tanah air dan pendukung Sassuolo.
Singkatnya kegagalan mencuri poin di Bergamo memaksa Aquilani segera membenahi komposisi tembok pertahanan timnya. Kerapuhan taktik di awal laga terbukti dibayar mahal dengan kebobolan dua gol.
Pada akhirnya kehadiran Idzes di atas lapangan hijau diprediksi menjadi solusi vital memperkokoh lini belakang Sassuolo pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Waktu pembuktian sang palang pintu segera tiba. (BP/CHA).













