KUDUS, Balipolitika.com-
Timnas putri Garuda Pertiwi kelompok umur U-16 resmi menembus partai final di Kudus. Sesuai regulasi resmi turnamen, mereka melibas Yordania U-16 tiga gol tanpa balas. Laga semifinal Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino ini tuntas di Supersoccer Arena.
Garuda Pertiwi U-16 tampil trengginas. Menang meyakinkan.
Status timnas putri kelompok usia 16 tahun terkonfirmasi jelas dari kategori lawan tanding. Pelatih lawan, Luna Almari, berstatus resmi juru taktik Timnas U-16 Putri Yordania. Regulasi kelompok umur turnamen berlaku mengikat.
Kejuaraan di Supersoccer Arena memang menjadi wadah unjuk gigi talenta belia U-16. Pembinaan usia muda berjalan.
Pasukan muda racikan Timo Scheunemann langsung memborong tiga gol di babak pertama. Kesya Arabela Manisya Nian membuka skor menit ketujuh. Sorak suporter bergemuruh.
Jazlyn Kayla Firyal menggandakan kedudukan menit ke-35. Fadilla menyempurnakan pesta gol menit ke-45+4. Babak kedua berakhir tanpa gol tambahan.
Tetapi pelatih Timo Scheunemann sempat dibikin pusing sebelum kick-off. Gelandang serang andalan Nafeeza Ayasha Nori mendadak cedera saat sesi pemanasan tim. Rencana taktik berantakan seketika.
“Nafee cedera, motor serangan kita di tengah hilang,” ujar Timo.
Timo memutar otak cepat. Pemain digeser posisi.
“Saya harus kerja keras memindahkan pemain di lapangan,” kata juru taktik berdarah Jerman tersebut.
Anya dan Kesya dipaksa bergantian mengisi pos sayap, tengah, hingga ujung tombak. Rotasi darurat berhasil total.
Kemenangan telak ini sekaligus mengabulkan dua ambisi pribadi sang pelatih kepala. Target main lima partai tercapai. Skenario bertemu Thailand pun terwujud nyata.
“Puji Tuhan kini dua-duanya terkabul,” beber Timo bersyukur di hadapan awak media.
Laga puncak bergulir Minggu malam. Tiket juara diperebutkan sengit.
Sebaliknya, kubu Yordania U-16 harus menelan pil pahit kekalahan di babak empat besar. Tim tamu bahkan dipaksa bertarung dengan sepuluh personel pada babak kedua laga. Fisik pemain kedodoran.
Pelatih Yordania Luna Almari mengaku kecewa namun tetap bangga terhadap daya juang pasukannya.
“Mengecewakan kalah di semifinal, tapi pemain kami berjuang habis-habisan,” tegas Luna.
Lagipula target Yordania kini langsung dialihkan mengamankan posisi peringkat ketiga turnamen. Mereka dijadwalkan meladeni Malaysia U-16 pada Minggu sore di arena yang sama. Mental bertanding dipulihkan.
“Target kami sekarang menyelesaikan turnamen sebagai peringkat ketiga terbaik,” imbuh Luna realistis.
Dengan demikian partai final mempertemukan dua tim terkuat kelompok umur kawasan Asia. Garuda Pertiwi U-16 siap meladeni dominasi fisik Thailand U-16 di lapangan rumput sintetis. Duel berdarah tersaji.
Thailand sebelumnya membantai Malaysia dengan skor mencolok 5-1 di babak semifinal. Ancaman nyata menanti.
Selanjutnya kebugaran skuad muda Merah Putih bakal diuji maksimal jelang laga penentu mahkota juara. Timo menuntut konsentrasi penuh dari seluruh anak asuhnya sepanjang waktu normal pertandingan. Tanpa celah kesalahan.
Disiplin posisi wajib dipertahankan. Mental juara diasah lagi.
Singkatnya penampilan impresif Garuda Pertiwi U-16 membuktikan keberhasilan program regenerasi sepak bola putri nasional. Tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan menjadi catatan luar biasa di rumah sendiri. Pertahanan kokoh teruji.
Pada akhirnya duel sarat gengsi kontra Thailand menjadi panggung pembuktian kapasitas sesungguhnya talenta muda Garuda Pertiwi U-16. Trofi juara tinggal selangkah lagi. Publik menanti pesta kemenangan. (BP/CHA).














