Sebuah Pagi yang Senja
: untuk jokpin
sebuah pagi yang baru menetas
tiba tiba merasa amat tua
lelah memberati tubuhnya
meski tak melakukan apa apa
memang perih telah mengendap di hari kemarin
tetapi cuaca tetap sembab
tanpa bisa menemukan sebenarnya sebab
kata kata yang dulu rajin mengoceh
kini lebih memilih berdiam diri
tatapannya berkaca kaca
tampak di balik jendela sajak
yang rajin menampung gerutu musim
dari narasi kehilangan yang amat dingin
Bekasi, 27 April 2024
Tak Ada Celana Hari Ini
: mengenang jokpin
tak ada celana hari ini
cuaca amat percaya diri
berkeliaran dengan telanjang
tapi sarung masih berkibar
dan berisyarat kirimkan kabar
detik yang mengumpulkan lengang
memang tak ada lagi celana hari ini
angin betah mengusap ubun kepala
yang biasanya pusing digencet ruang
Depok, 30 April 2024
Sarapan
kita yang sebenarnya tak memiliki apa apa
tiap pagi tetap bisa sarapan
dengan sepiring harapan
dan itu sudah cukup buat menghadapi hari hari
yang keadaannya sama dan sederhana saja
tapi kerap sok berlagak mengajak hura hura
Bekasi, 1 Mei 2024
Lari Pagi Lagi
orang orang lari pagi
untuk mencari suasana segar
yang terbit dalam mimpinya semalam
seperti rupa bening yang sekilas melintas
dan mungkin sedang melambai di jalanan
para penyair lari lagi
ke lorong lorong di bakal puisinya
menguber sebuah kata yang amat lihai
meloloskan diri dan belum tertangkap
dalam setiap perburuan diksi
Bekasi, 1 Mei 2024
Ibu Rajin Menyapu
setiap pagi ibu rajin menyapu pekarangan
membersihkan halaman dari serakan
daun kering dan patahan ranting
yang jatuh dari pepohonan
yang patuh pada keputusan
setiap malam ibu rajin menyapu jalan
yang ada di dalam kepala kita
menyingkirkan sampah, benda runcing
dan segala perintang yang ada
agar lancar langkah kita ke arah cita cita
Bekasi, 1 Mei 2024
Cita Cita
cita cita adalah sebuah merek baju
yang dipropagandakan oleh dunia
untuk dipakai pada orang orang
agar terbebas dari tuduhan gila.
Bekasi, 1 Mei 2024
Gerutu Sebuah Kursi
ia sebenarnya tidak suka
dengan orang yang kerap berada di atasnya
karena lebih banyak mengeluh daripada berpeluh
meski kesehariannya telah jauh dari kata aduh
ia sebenarnya ingin rebahan meluruskan kakinya
yang mulai kram dan amat penat karena kedudukan
namun persendiannya telah lama mengering dan tua
hingga kesempatan itu tak pernah didapatkannya
Bekasi, 1 Mei 2024
BIODATA
Budhi Setyawan atau Buset, penyair kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, yang sangat menyukai musik rock. Buku puisi terbarunya yang ke-8 terinspirasi dari menyimak lagu-lagu rock instrumental, terutama dari musisi gitaris rock dunia. Buku puisi tersebut berjudul Progresif sejak dalam Kandungan (2025). Saat ini mengelola komunitas Forum Sastra Bekasi (FSB) dan Kelas Puisi Bekasi (KPB), serta memulai bikin acara Podcast Sastra Buset yang berisi wawancara dengan sastrawan yang diunggah di akun Youtube. Akun Instagram: busetpurworejo. Bekerja sebagai dosen di kampus Politeknik Keuangan Negara STAN, Tangerang Selatan. Saat ini tinggal di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.










