JAKARTA, Balipolitika.com- Gerbong mutasi besar-besaran kembali bergulir di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan merombak pucuk pimpinan di belasan wilayah kepolisian daerah, termasuk peralihan tongkat komando di Pulau Dewata. Jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali resmi beralih dari Irjen Pol Daniel Adityajaya kepada Brigjen Pol Dr Pasma Royce, S.I.K., M.H., yang sebelumnya mengemban amanat sebagai Wakapolda Jawa Timur.
Perombakan posisi strategis tersebut tertuang resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Melalui surat keputusan tersebut, Irjen Daniel Adityajaya dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur organisasi kepolisian.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, memaparkan bahwa gelombang pergeseran perwira di tingkat Markas Besar (Mabes) hingga satuan kewilayahan ini merupakan instrumen rutin pembinaan karier demi memperkuat efektivitas penegakan hukum dan pelayanan publik.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Pihaknya menuturkan, surat telegram anyar tersebut mengocok ulang posisi 88 personel perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Dari jumlah keseluruhan itu, sebanyak 70 personel di antaranya resmi mendapatkan promosi jabatan setingkat lebih tinggi atau menduduki pos penugasan baru.
Penunjukan Pasma Royce sebagai Kapolda Bali sekaligus menjadi babak baru promosi bagi alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 tersebut. Berbekal pengalaman teritorial di wilayah hukum Polda Jawa Timur, jenderal bintang satu ini diproyeksikan segera memimpin pengamanan wilayah Bali yang memiliki intensitas kegiatan pariwisata internasional serta agenda kenegaraan yang padat.
Mabes Polri tidak bungkam mengenai luasnya skala rotasi kali ini. Selain Bali, pergantian tampuk pimpinan teritorial mencakup 18 pos kapolda lainnya di seluruh penjuru Tanah Air.
Johnny membeberkan deretan kapolda yang turut dirotasi, antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Hengki, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Kapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, Kapolda DIY Irjen Pol Langgeng Purnomo, serta Kapolda Banten Brigjen Pol Hendra Kurniawan.
Pergeseran pimpinan kewilayahan turut menyasar Sumatera dan Indonesia bagian timur, seperti Kapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Sonny Irawan, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, Kapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Jawari, Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo, dan Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Suhendri.
Untuk wilayah kepulauan dan timur Nusantara, gerbong mutasi menetapkan Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Reza Arief Dewanto, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Awal Chairuddin, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rizal Irawan, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto, serta Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang.
Langkah penyegaran organisasi secara terpadu ini diharapkan mampu menepis segala bentuk iktikad buruk penyalahgunaan wewenang birokrasi, menjaga stabilitas keamanan nasional, serta memastikan transisi kepemimpinan di Kepolisian Daerah Bali berjalan mulus tanpa mengganggu kesinambungan program kerja yang telah berjalan. (BP/CHA).










