DENPASAR, Balipolitika.com– Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Monumen Gong Perdamaian Dunia-Desa Budaya Kertalangu, Jalan By Pass Ngurah Rai Nomor 88X, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Rakerda ini akan dilanjutkan dengan prosesi Pelantikan Pengurus DPD Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali oleh Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) masa bakti 2024-2029, Bahlil Lahadalia.
Membuka Rakerda, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer menekankan bahwa perahu Partai Golkar Bali harus melaju cepat menyambut Pemilu 2029.
“Perahu Golkar Bali harus melaju cepat. Tidak ada yang mendayung ke belakang,” ucap Demer yang kini duduk di Komisi VI DPR RI.
Menyongsong Pemilu 2029 pasca putusan Mahkamah Konstitusi, Demer menyebut Revisi Undang-Undang Pemilu hingga saat ini belum disahkan dan masih dalam tahap pembahasan terbatas oleh DPR RI serta belum ditindaklanjuti secara penuh bersama pemerintah.
Kondisi ini bergulir bersamaan dengan wacana kenaikan Parliamentary Threshold atau ambang batas parlemen, yaitu syarat minimal persentase perolehan suara sah nasional yang harus didapatkan oleh partai politik agar bisa lolos dan mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Pertarungan (politik, red) ke depan akan semakin seru. Undang-Undang Pemilu belum disahkan. Kira-kira akan terjadi PT (Parliamentary Threshold) 5 persen. Untuk daerah, PT masih diperkirakan. 90 persen bisa sampai di daerah,” ucap Demer menyampaikan kisi-kisi.
Dalam posisi kenaikan PT, Demer menegaskan peluang pertarungan yang cukup sengit terbuka lebar karena seluruh partai politik akan berlomba-lomba meraih simpati rakyat agar bisa mendudukkan fraksi di pemilu mendatang.
“Oleh karena itu, Partai Golkar Bali saya harapkan harus teliti, sungguh-sungguh merumuskan program kerja agar bisa diterima oleh masyarakat luas,” pesannya.
Lebih jauh, Demer menekankan 4 kiat sukses menghadapi Pemilu 2029 di hadapan kader Golkar Bali peserta Rakerda.
“Pertama, ada orang, kader bukan sekadar ditaruh, tapi populis dan punya elektabioitas untuk cari suara. Kedua, punya jaringan. Soal ini, Golkar punya lengkap kabupaten/kota sampai desa. Saya minta tambah agar sampai dusun. Ketiga, manajemen digital. Planning mulai hari ini melalui rakerda plus action bergerak di masyarakat. Keempat, kesiapan logistik. Ini sangat penting. Persiapkan diri, nabung mulai hari ini untuk pertarungan di 2029. Golkar akan banyak dilirik. Saya berharap kita sama-sama. Jangan takut bersaing dengan yang punya suara,” pesan Demer.
Menariknya, Demer juga menyampaikan informasi bahwa kemungkinan hajatan Pilpres 2029 akan dipisah dengan Pemilu Legislatif (Pileg).
“Pilpres berpeluang akan berpisah dengan legislatif. Pileg dulu baru presiden. Juga tak tertutup kemungkinan Pilkada lewat DPR. Meski tidak populis, tapi menurut Partai Golkar ini penting bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya. (bp/ken)













