JAKARTA, Balipolitika.com- Skuad Garuda memetik angin segar di tengah persiapan fisik jelang melakoni laga hidup-mati kontra Thailand pada partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026). Selain euforia keberhasilan mengamankan tiket final, tiga pilar tim nasional Indonesia yang merumput di panggung internasional mencatatkan lonjakan nilai pasar (market value) secara mencolok per edisi pembaruan September 2026.
Dari total 12 pemain diaspora Indonesia yang mengadu nasib di kompetisi Benua Biru, hanya Elkan Baggott, Nathan Tjoe-A-On, serta penyerang muda Mitchell Baker yang berhasil mendongkrak valuasi ekonomis mereka ke angka fantastis.
Lonjakan paling mengilap dicatatkan oleh palang pintu andalan Merah Putih, Elkan Baggott. Saat masih terikat kontrak dengan kesebelasan Ipswich Town per Juni lalu, banderol bek tengah jangkung ini tertahan di angka 200 ribu euro atau sekira Rp4 miliar.
Namun pascakeputusannya membuka lembaran baru bersama klub Championship Inggris, Millwall FC, nilai ekonomis Elkan langsung melesat enam kali lipat ke level 1,2 juta euro atau setara Rp24,3 miliar.
Sejumlah analis bursa transfer memaparkan bahwa menit bermain reguler dan peran krusial di lini belakang menjadi faktor utama yang mengerek reputasi sang bek.
“Kenaikan nominal hingga satu juta euro ini mencerminkan lonjakan kepercayaan pemantau bakat terhadap kualitas Elkan di level kompetitif,” tutur salah seorang pengamat pasar pemain saat membeberkan statistik performa sang bek.
Tren positif serupa turut dinikmati Nathan Tjoe-A-On. Penggawa yang membela panji klub Belanda, Willem II Tilburg, tersebut mengantongi kenaikan valuasi sebesar 300 ribu euro.
Pemain serbabisa berusia 24 tahun itu sebelumnya ditaksir bernilai 400 ribu euro pada Juni silam. Kini, harga pasar Nathan telah membengkak drastis hingga bertengger di angka 700 ribu euro atau menyentuh kisaran Rp14,1 miliar.
Sorotan publik tak kalah deras mengarah pada fenomena Mitchell Baker. Striker bertinggi badan 1,92 meter yang sebelumnya memperkuat Georgetown Hoyas tersebut langsung diganjar banderol pembuka senilai 100 ribu euro atau berkisar Rp2 miliar saat meneken kontrak level profesional perdananya.
Penetapan harga tersebut dinilai sangat beralasan menyusul aksi sensasionalnya di atas rumput hijau. Baker membeberkan kapasitasnya sebagai mesin pencetak gol ulung lewat lesakan lima gol (pentagol) yang menghancurkan Bangladesh dengan skor telak 9-2, sekaligus mengunci langkah Indonesia ke gelanggang final.
Pengamat sepak bola menilai penyerang yang baru menginjak usia 19 tahun itu memiliki prospek karier yang sangat cerah. Pihak pemantau bakat di Eropa diyakini tidak akan bungkam terhadap potensi fisik serta naluri predator yang dimilikinya. Jika performa konsisten tersebut berhasil dijaga saat bentrok memperebutkan trofi juara melawan tim Negeri Gajah Putih, Baker diprediksi bakal menjadi buruan panas klub-klub papan atas Eropa pada jendela transfer musim dingin mendatang. (BP/CHA).













