DENPASAR, Balipolitika.com– Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, ST., M.Si. mengaku sangat prihatin terkait beredar luasnya video asusila alias XXX dua pelajar SMA Karangasem di jejaring media sosial.
Kepada Redaksi Balipolitika.com, Kadisdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia mengatakan pihaknya melalui pengawas sekolah di Kabupaten Karangasem saat ini sedang melakukan pendalaman.
Upaya pendalaman tersebut selanjutnya akan dijadikan alasan pengambilan keputusan dan langkah-langkah penanganan lebih lanjut.
“Untuk kejadian ini, Disdikpora Provinsi Bali melalui pengawas sekolah yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota sedang melakukan pendalaman. Dari hasil pendalaman di lapangan akan menjadi keputusan yang akan diambil untuk langkah selanjutnya,” ucap Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, Selasa, 24 Februari 2026.
Disinggung mengenai konten video 23 detik dua pelajar di mana salah satunya mengenakan seragam putih abu dengan ikat pinggang yang menunjukkan identitas sekolah, yakni SMA Negeri 1 Abang, Jalan Ida Ketut Jelantik, Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Kadisdikpora Bali mengaku prihatin.
“Kami prihatin melihat kondisi seperti ini sehingga di tahun ini (2026, red) segera akan dilaksanakan kurikulum berbasis kearifan lokal di satuan pendidikan. Langkah ini untuk meredam dampak-dampak negatif dari adanya kemajuan zaman yang mungkin belum sesuai dengan ekosistem pendidikan di Bali,” tegas Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. (bp/ken)













