GIANYAR, Balipolitika.com- Persija Jakarta merebut peringkat ketiga Piala Presiden 2026 usai menggilas Arema FC 3-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Pesta Macan Kemayoran meledak cepat. Menit keenam gawang lawan jebol. Witan Sulaeman melepas tembakan mendatar. Gol! Skor berubah 1-0.
Arema FC merespons balik. Salim Tuharea mencetak gol balasan. Menit ke-27 kedudukan imbang.
Skor 1-1 bertahan hingga jeda. Laga berjalan sangat sengit. Berdasarkan Regulasi Turnamen Piala Presiden 2026 Pasal 8 tentang Format Babak Gugur, pemenang laga merebut trofi podium. Uang tunai Rp2,5 miliar masuk kantong.
Persija mengamuk babak kedua. Arlyansyah Abdulmanan mencetak gol. Menit ke-72. Pemain bernomor punggung 11 itu tampil kesetanan. Dia mengoleksi tiga gol. Arlyansyah sah jadi top skor internal Persija.
Pesta penutup hadir mendadak. Victor Dethan mengunci kemenangan. Menit ke-87. Skor akhir 3-1. Macan Kemayoran menang.
“Kami sukses mengamankan kemenangan penting ini,” ujar pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong.
Tetapi, Arema gagal bangkit. Taktik Marcos Santos mati angin. Hasil ini mencetak sejarah baru. Persija pertama kali finis peringkat ketiga sepanjang sejarah Piala Presiden.
Edisi 2024 lalu mereka kecele. Kalah 0-1 dari Persis Solo. Sekarang membalas tuntas. Selanjutnya, catatan statistik berubah. Persija memperbaiki rekor duel.
Data Flashscore mencatat 33 bentrokan. Arema mengoleksi 13 kemenangan. Persija meraih 10 hasil maksimal. Sisanya 10 laga imbang. Singkatnya, benteng Arema runtuh. Pelatih Marcos Santos gagal total.
“Anak-anak sudah berjuang keras,” beber pelatih Arema FC Marcos Santos.
Pelatih Shin Tae-yong memakai 4-2-3-1. Hafizh Rizkianur berdiri di bawah mistar. Rio Fahmi memimpin sebagai kapten. Denis Kolinger, Dia Syayid, dan Fajar Fathurrahman melengkapi barisan belakang.
Fabio Calonego memutus serangan. Figo Dennis mendampingi di tengah. Sektor gedor dipasang tajam. Witan Sulaeman, Agi Firmansyah, dan Arlyansyah menopang Eksel Runtukahu.
Sebaliknya, Arema memasang Syahrul. B. Setiawan, Julian Guevara, Pranata, dan Leo Guntara mengawal pertahanan. Matheus Blade berduet Robi Darwis. Lini depan diisi Arkhan Fikri, Marcos Vinicius, Salim Tuharea, serta Gustavo França.
Lagipula, dominasi Persija tak terbendung. Pertahanan Singo Edan bobol tiga kali. Persija resmi mengantongi uang miliaran. Pada akhirnya, Macan Kemayoran pulang tersenyum. Podium ketiga berhasil diamankan. (BP/CHA).













