THAILAND, Balipolitika.com- Pesepak bola Yala FC Safwan Awae tewas tersambar petir saat berlaga pada babak semifinal Golok FA Cup 2026. Insiden maut ini menghantam Stadion Santiphap (Baboo), Distrik Suai Ko-lok, Provinsi Narathiwat, Thailand, Selasa (4/8) sore.
Napas korban terhenti di tempat. Tragis. Tersungkur mendadak sang winger muda. Petir menghantam langsung tengah lapangan tempatnya berdiri.
Melansir Regulasi Keamanan Pertandingan FIFA Pasal 14 tentang Keselamatan Cuaca Ekstrem, laga wajib dihentikan bila guntur mengancam. Wasit justru mengabaikan prosedur baku.
Hujan deras mengguyur арена sejak awal babak tambahan waktu. Lapangan becek total. Delapan korban lain ikut terkapar akibat sambaran. Penonton panik berhamburan.
“Delapan orang luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujar saksi mata setempat.
Kondisi para korban luka kini terus dipantau tim medis. Bantuan darurat dikerahkan. Laga ketat ini mendadak berubah jadi ajang duka. Suasana gembira sirna seketika.
“Kami sangat kehilangan sosok talenta muda berbakat,” beber manajemen Yala FC.
Safwan baru saja bergabung dengan Yala FC musim ini. Rekrutan anyar ini diplot memperkuat tim di kasta ketiga Liga Thailand. Lahir 6 April 2002, pemuda ini baru berusia 24 tahun. Kariernya sedang menanjak naik.
Sebelumnya, Safwan tampil ciamik bersama Pattani FC. Empat gol dikemasnya dari enam laga.
“Almarhum pemain yang sangat disiplin di dalam dan luar lapangan,” tegas mantan pelatihnya di Pattani FC.
Posisi aslinya penyerang sayap kanan. Dia juga mahir berperan sebagai gelandang tengah. Tetapi, takdir berkata lain di Suai Ko-lok. Ajal menjemputnya di tengah rumput hijau.
Golok FA Cup sendiri merupakan ajang regional bergengsi. Turnamen ini mempertemukan klub-klub Thailand bagian selatan serta tim undangan Malaysia.
Atmosfer pertandingan biasanya sangat riuh. Penonton memadati tribun pakai payung serta jas hujan saat cuaca buruk menerjang. Sebaliknya, panitia penyelenggara kini panik mendapat sorotan tajam. Pengawasan standar keselamatan dinilai sangat lemah.
“Penyelidikan atas insiden maut ini sedang berjalan,” kata pihak kepolisian Narathiwat.
Aparat setempat langsung memasang garis polisi di arena pertandingan. Stadion ditutup sementara. Selanjutnya, duka mendalam menyelimuti panggung sepak bola Asia Tenggara. Ucapan belasungkawa mengalir deras dari para penggemar.
Video detik-detik sambaran petir menyebar cepat di media sosial. Publik mengecam keras keputusan melanjutkan laga di tengah badai. Lagipula, nyawa pemain harusnya jadi prioritas utama melebihi sebuah trofi pramusim. Kelalaian ini berujung fatal.
Jenazah Safwan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga. Pemakaman digelar secara keagamaan. Pada akhirnya, panggung Golok FA Cup 2026 menyisakan duka kelam yang sulit terhapus dari ingatan. (BP/CHA).













