DENPASAR, Balipolitika.com- Kiprah Kevin Diks memimpin Borussia Monchengladbach berakhir pahit di Borussia-Park. Tuan rumah takluk 3-4 dari Mainz pada laga pekan keempat Bundesliga, Sabtu (19/9/2026). Diks bermain penuh sebagai kapten sejak awal laga.
Laga berjalan liar. Florian Neuhaus membawa Gladbach memimpin pada menit ke-11. Phillip Tietz membalas cepat tujuh menit kemudian.
Sheraldo Becker lantas membawa tim tamu berbalik unggul sebelum jeda. Tuan rumah gelagapan.
Isac Lidberg sempat menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke-59. Petaka datang menyusul. Eric Martel dan Danny da Costa menjauhkan keunggulan Mainz.
Gol telat penalti Shuto Machino cuma memperkecil skor akhir jadi 3-4. Hasil ini memastikan Gladbach nirpoin dalam empat laga beruntun.
Sebelumnya, tim asuhan tuan rumah sudah tumbang di tangan Leipzig, Elversberg, dan Freiburg. Titik nadir tercapai. Mereka terjerembap di dasar klasemen sementara Bundesliga.
Sorotan tajam media terkemuka Jerman Bild langsung menyasar Diks tanpa ampun. Peluang emas Diks dari titik putih pada menit ke-57 terbuang percuma. Sepakan kaki kanannya membentur tiang gawang.
Penalti diberikan wasit setelah Tietz kedapatan handsball di kotak penalti. Apes tak terbendung.
“Dia masih kesulitan,” tulis Bild dalam ulasan laganya. Media itu menegaskan kegagalan tersebut menghentikan rekor empat penalti sukses milik Diks.
Singkatnya, drama ruang ganti kian memanas jelang laga bubar. Insiden rebutan bola penalti kedua sempat meletup di lapangan.
Wasit kembali memberi penalti usai Martel handsball di area terlarang. Ketegangan meledak seketika. Diks dan Machino tertangkap kamera terlibat cekcok mulut sengit.
Situasi sempat memanas sebelum Phillip Sander datang melerai keduanya. Diks akhirnya menyingkir.
“Dia memicu perdebatan yang tidak perlu dengan pencetak gol Shuto Machino,” beber Bild. Machino sukses mengeksekusi penalti melewati kiper Alexander Schwolow.
Tetapi, waktu tersisa gagal menyelamatkan Die Fohlen dari kekalahan memalukan. Gladbach remuk redam.
Sebaliknya, manajemen klub langsung mengizinkan enam penggawanya memenuhi panggilan jeda internasional FIFA. Agenda negara memanggil. Diks termasuk dalam rombongan pemain yang dilepas resmi.
Pemain bertahan itu bertolak ke Jakarta untuk memperkuat Timnas Indonesia. Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sudah di depan mata.
Garuda menempati Grup A Premier Division bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Ujian pertama menanti. Laga kontra Singapura dijadwalkan mentas Jumat (25/9/2026).
Posisi bek kanan utama Garuda diproyeksikan mutlak milik Diks sejak awal. Diks punya rapor mengilap dengan 12 kap dan dua gol internasional.
Lagipula, modal pengalaman level tertinggi Bundesliga tetap dibutuhkan timnas. Kebugaran Diks dipastikan aman tanpa kendala cedera fisik serius. “Fokus tim kini beralih penuh,” kata sumber internal timnas.
Dengan demikian, tekanan berat di Jerman sejenak ditinggalkan sang kapten di tanah Eropa. Diks mengusung misi penebusan demi trofi internasional bersama skuad Merah-Putih. Target juara dicanangkan.
Pada akhirnya, mentalitas sang pemain diuji tuntas di pentas regional Asia Tenggara. Pengalaman Eropa harus berbicara nyata. Diks siap bangkit membela Merah-Putih. (BP/CHA).













