DENPASAR, Balipolitika.com- Ada momen menarik yang terjadi saat kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke Bali, Minggu, 7 Juni 2026.
Di sela-sela agenda penyambutan Presiden di kawasan Sanur, Denpasar, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD Gerindra) Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah terlihat berbincang hangat dengan Guru Besar Hubungan Internasional, Prof. Connie Rahakundini Bakrie.
Pertemuan berlangsung di area restoran Meru Hotel, Sanur, tidak lama setelah De Gadjah menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.
De Gadjah dan Connie Bakrie tampak berbincang santai membahas sejumlah hal, mulai dari Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga obrolan ringan namun berisi.
Saat dikonfirmasi, De Gadjah membenarkan adanya pertemuan tersebut dan menyebut hubungan baik yang terjalin membuat obrolan berlangsung akrab penuh kehangatan.
“Ya, kita ngobrol santai karena kenal baik. Sebelumnya, saya duduk berdampingan dengan Beliau ketika Menteri Fadli Zon membuka PKB 2025 lalu,” ungkapnya, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam perbincangan itu, Prof. Connie juga menanyakan perkembangan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026 mendatang.
Menurut De Gadjah, hingga saat ini kepastian kehadiran Presiden masih dalam proses koordinasi mengingat padatnya agenda kenegaraan yang harus dijalankan.
Meski demikian, ia mengaku terus berupaya agar Presiden Prabowo dapat hadir dan membuka langsung ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
“Ini usulan masih proses kan kita nggak tahu kesibukan Beliau seperti apa. Kami masih usahakan kepada pimpinan agar Presiden membuka PKB. Keinginan Beliau datang, cuma tanggal 13 itu ya ada agenda yang sama pentingnya. Cuma diusahakanlah,” jawab De Gadjah kepada pakar ketahanan dan keamanan internasional itu.
Sementara itu, Prof Connie Rahakundini Bakrie turut membagikan momen pertemuannya dengan De Gadjah melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, tampak latar mobil dinas Presiden Prabowo Subianto yang terparkir di kawasan hotel.
Prof. Connie menekankan bahwa perbedaan ruang politik maupun peran pemerintahan tidak mengurangi pentingnya budaya sebagai perekat bangsa.
“Politik boleh berbeda ruang. Pemerintahan boleh berbeda peran. Tetapi budaya tetaplah rumah bersama kita sebagai bangsa. Senangnya berjumpa kembali dengan ‘Big Daddy’ De Gajah hari ini, sekaligus membuat komitmen sederhana: Bertemu bersebelahan di event bergengsi PKB! Yeaaaayyy, Can’t wait for PKB 2026….” tulisnya. (bp/ken)













