DENPASAR, Balipolitika.com– Kasus pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia akibat kelelahan atau sakit mendadak dipicu oleh jam kerja yang terlalu panjang demi memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi perhatian banyak pihak.
Terbaru, dua kasus terjadi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dalam rentang di bulan Juli 2026.
Pada 19 Juli 2026, ojol berinisial DS (47 tahun) ditemukan meninggal dunia di sebuah bedeng penjual tanaman hias di Badung saat beristirahat.
Sebelumnya, pada 11 Juli 2026, ojol RRM (31 tahun) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Besakih, Denpasar.
Berempati atas musibah tersebut, Kaneshiro All You Can Eat (AYCE) Bali, Jalan Cokroaminoto Nomor 48, Banjar Margajati, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara me-launching program sosial yang dinamai Program Makan Bergizi Murah alias MBM, Rabu, 29 Juli 2026 pukul 22.00 Wita.
Selain tragedi meninggalnya ojol, Program MBM diluncurkan sebagai wujud kepedulian Kaneshiro Bali sekaligus merespons kondisi ekonomi dalam negeri yang “tidak baik-baik saja” ditandai menurunnya daya beli masyarakat.
Manager Outlet Kaneshiro AYCE Bali, Made Victor didampingi Assistant Manager Kaneshiro Bali Janet Kurniawan mengatakan Program MBM hadir sebagai wujud upaya saling menguatkan.
“Malam ini, kami, Kaneshiro AYCE Bali me-launching sebuah program sosial untuk temen-temen driver Ojol di Bali. Nama program ini ‘Makan Bergizi Murah untuk Driver Ojol’. Program ini dicetuskan oleh para Owner Kaneshiro Bali yang melihat saat kondisi ekonomi belum begitu bagus sehingga penting kita harus saling menguatkan. Hampir semua lini usaha mengalami dampak dari ekonomi yang sedang goyang. Jadi sebagai wujud kepedulian, kami bermaksud membantu sesama. Saat ini, kami memfokuskan terhadap temen driver ojol,” ucap Made Victor, Kamis, 30 Juli 2026.
Program MBM ini akan dilaksanakan setiap hari mulai pukul 22.00 hingga 23 Wita selama persediaan masih ada di Kaneshiro All You Can Eat Bali, Jalan Cokroaminoto Nomor 48, Banjar Margajati, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.
“Menu yang kami sediakan sangat beragam. Mulai dari lauk ayam rica-rica, ayam kung pao, sushi, dan menu-menu tersebut dibuat fresh dan hygiene. Jadi bukan makanan yang tidak laku sehingga sangat sehat untuk teman-teman ojol yang kerja di malam hari,” jelas Made Victor.
Untuk menghargai para pejuang UMKM di seputaran Jalan Cokroaminoto, Made Victor menjelaskan bahwa menu-menu tersebut tidak didapat secara gratis melainkan ditebus seharga Rp4.000.
“Kenapa harus menebus dengan sejumlah nominal rupiah? Sebenarnya pihak restoran sangat mampu untuk memberikan secara gratis, namun hal itu tidak dilakukan demi menjaga payuk jakan pedagang kuliner UMKM sekitar. Jangan sampai kita ingin berbuat baik terhadap 1 orang malah merugikan orang lain. Jadi dengan nominal Rp 4.000 tidak memberatkan para driver. Driver bisa kenyang karena makanan bergizi murah Kaneshiro. Di sisi lain, para pedagang kecil sekitar tidak terdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Made Victor memaparkan bahwa porsi sementara yang disiapkan dibatasi sebanyak minimal 10 pack.
“Semoga Program MBM ini bisa membantu meringankan beban temen-temen driver ojol dan semoga kami bisa terus memberikan yang terbaik bagi customer kami, karyawan kami, dan temen-temen ojol,” tutup Made Victor. (bp/ken)













