JEMBRANA, Balipolitika.com- Lonjakan penumpang yang sangat signifikan mulai memadati area dermaga penyeberangan lintas Bali menuju Jawa pada pekan ini. Data terbaru menunjukkan jumlah pemudik yang melintasi Selat Bali mencapai angka lima puluh empat ribu orang lebih. Antrean kendaraan pemudik bahkan terpantau mengular hingga puluhan kilometer dari pintu masuk pelabuhan sampai wilayah Kecamatan Negara.
“Jumlah penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk menuju Jawa pada H-7 mencapai lima puluh empat ribu orang,” kata General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, Arief Eko Kurnianjah pada Minggu, 15 Maret 2026.
Pihak otoritas pelabuhan mencatat kenaikan jumlah trip kapal sebanyak dua ratus tiga puluh empat kali dalam sehari. Kendaraan roda dua masih mendominasi pergerakan arus mudik tahun ini dengan jumlah mencapai sepuluh ribu unit. Ribuan mobil pribadi juga tampak memenuhi kantong parkir pelabuhan untuk menunggu giliran masuk ke dalam geladak kapal.
“Total kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa pada periode H-7 tercatat mencapai tujuh belas ribu unit,” ujar Arief Eko Kurnianjah saat menjelaskan data statistik Posko Angkutan Lebaran.
Kemacetan parah ini terjadi karena para pemudik ingin menyeberang sebelum layanan pelabuhan tutup total saat Hari Raya Nyepi. Ribuan truk logistik juga memperparah antrean karena mereka mengejar waktu pengiriman barang menuju berbagai kota di Jawa. Polisi terpaksa melakukan sistem buka tutup jalan untuk mengatur aliran kendaraan yang datang dari arah Denpasar.
“Peningkatan pergerakan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat yang menyeberang menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi,” tutur Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale dalam keterangan resminya.
Perusahaan operator penyeberangan segera menambah tujuh armada kapal tambahan untuk mempercepat proses evakuasi kendaraan di area pelabuhan. Saat ini total sebanyak tiga puluh lima kapal beroperasi nonstop selama dua puluh empat jam penuh setiap hari. Petugas lapangan menerapkan pola operasional tiba bongkar berangkat guna meminimalkan waktu tunggu kapal saat bersandar di dermaga.
“Kapasitas angkut meningkat sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat dan antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap,” kata Windy Andale memberikan penjelasan mengenai strategi penguraian kemacetan.
Dermaga khusus kendaraan logistik juga mulai dipisahkan dari dermaga penumpang untuk menjaga ritme layanan tetap berjalan optimal. Otoritas keamanan terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemerintah Daerah Jembrana guna memastikan kenyamanan para pengguna jasa penyeberangan. Para pemudik dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan fisik selama menunggu antrean panjang di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk.
“Koordinasi lintas stakeholder terus kami lakukan secara intensif agar ritme operasional dapat dipercepat dan antrean kendaraan tertangani baik,” pungkas Windy Andale menutup pembicaraan mengenai situasi terkini di lapangan. (BP/CHA).










