JAKARTA, Balipolitika.com- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman wajib mengeksekusi hasil maksimal pada gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen resmi tersebut bergulir di Jakarta. Sesuai regulasi kalender resmi FIFA, persaingan sengit bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno mulai 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Misi penebusan dosa. Garuda butuh pembuktian. Sebagai tuan rumah, Indonesia bersaing ketat pada Grup A Divisi Utama. Lawan berat sudah menanti. Skuad Garuda dijadwalkan menjajal kekuatan India, Malaysia, serta Singapura.
Sebaliknya, tiket final bakal mempertemukan pemenang dengan penguasa Grup B. Kelompok itu dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Sangat ketat.
Ajang ini krusial sekali. Herdman harus mengembalikan kepercayaan suporter tanah air. Maklum, timnas baru saja terlempar tragis dari panggung regional sebelumnya.
Pencinta bola meragukan racikannya. Suporter kecewa berat. Tetapi pelatih asal Inggris itu kini berpeluang memanggil amunisi pemain abroad dari benua Eropa. Kekuatan penuh siap dikerahkan. Kepercayaan diri para pemain wajib dipulihkan segera.
Lagipula laga resmi ini menjadi ladang emas berburu poin ranking FIFA. Poin melimpah menanti. Setiap kemenangan di fase grup dipastikan mengerek posisi Indonesia di papan peringkat dunia.
Lawan di grup memang berada di bawah posisi Indonesia. Malaysia menduduki peringkat 136, India posisi 138, dan Singapura peringkat 148 dunia. Namun potensi poin besar menanti di partai puncak.
Potensi lawan di final memiliki peringkat jauh lebih tinggi. Thailand bertengger di posisi 94. Vietnam menduduki urutan 98 dunia.
Selanjutnya ajang ini diposisikan sebagai muara persiapan panjang menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Turnamen paling bergengsi benua Asia itu bergulir pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Ujian sesungguhnya bagi racikan taktik Herdman.
Ajang ini menjadi panggung pematangan skema permainan. Waktu makin tipis. Herdman dipaksa memutar otak cermat sebelum melakoni agenda FIFA Matchday edisi November 2026 mendatang. Itu merupakan ujicoba pamungkas tim nasional. Pemilihan pemain wajib presisi.
Singkatnya turnamen regional ini menjadi pertaruhan nasib sang pelatih kepala. Publik menagih prestasi nyata di lapangan hijau. Tidak ada ruang untuk alibi lagi.
Pada akhirnya trofi juara serta kenaikan peringkat FIFA menjadi target mutlak skuad Garuda di rumah sendiri. Kerja keras dimulai dari pekan pertama turnamen. Hasil akhir di Jakarta menentukan arah masa depan timnas. (BP/CHA).














